Kamis, 14 Mei 2026

Segini Usulan Anggaran Kemenkeu 2026 dari Purbaya

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
10 Sep 2025 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk tahun 2026 sebesar Rp 52.016.000.000.000 atau Rp 52,01 triliun. Usulan itu disampaikan dalam rapat kerja perdana dengan Komisi XI DPR RI pada Rabu (10/9).

"Kami mohon berkenan pimpinan dan anggota Komisi XI DPR RI untuk dapat menyetujui usulan pagu anggaran Kementerian Keuangan 2026 (Rp 52.017.195.644.000)," kata Purbaya kepada Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Besaran anggaran tersebut sedikit berbeda dari usulan anggaran yang disampaikan pendahulu Purbaya, yakni Sri Mulyani Indrawati pada 14 Juli 2025 lalu. Saat itu, dia mengusulkan anggaran Kemenkeu sebesar Rp 52.017.195.644.000.

ADVERTISEMENT

Purbaya menjelaskan, alokasi anggaran Kemenkeu di 2026 diperlukan untuk mendukung pelaksanaan peran strategis dalam menjaga stabilitas fiskal, memperkuat layanan publik, serta mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kami percaya alokasi ini diperlukan untuk mendukung pelaksanaan peran strategis Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas fiskal, memperkuat layanan publik, serta mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," jelasnya.

Secara keseluruhan, anggaran Kemenkeu untuk tahun 2026 mendatang mencakup lima program yaitu kebijakan fiskal, sektor keuangan dan ekonomi, program pengelolaan penerimaan negara, program pengelolaan belanja negara, program pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara dan risiko, serta program dukungan manajemen.

Dalam pertemuan dengan DPR, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga menyampaikan bahwa usulan anggaran Rp 52,01 triliun sudah termasuk untuk tujuh badan layanan umum (BLU) sebesar Rp 10,37 triliun.

Dia menjelaskan, jika tidak menyertakan pagu indikatif BLU, pagu indikatif murni Kemenkeu pada 2026 diusulkan senilai Rp 41,64 triliun.

"Ini (usulan anggaran) yang telah disampaikan oleh surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas pada Juli 2025," imbuh Suahasil.

Selain itu, Purbaya juga memastikan bahwa APBN tahun 2026 akan berjalan dengan sehat dan siap menghadapi dinamika perekonomian.

“APBN 2026 akan dijaga tetap sehat dan berkelanjutan agar mampu menjadi instrumen yang kredibel, meredam guncangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ungkap dia.

Purbaya juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 yang mencapai 5,12 persen year on year, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja manufaktur. Dengan demikian, Pemerintah menargetkan pertumbuhan meningkat ke 5,4 persen pada 2026, dengan visi jangka menengah mendorong pertumbuhan hingga 8 persen. 

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 40 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 51 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia