Jumat, 15 Mei 2026

Purbaya Mau Semua Anggaran Bisa Terserap di Akhir 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
12 Sep 2025 | 20:54 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan menjalankan pengelolaan anggaran secara efektif. Dalam hal ini anggaran belanja benar-benar digunakan untuk program pembangunan sehingga tidak ingin ada sisa anggaran pada akhir tahun 2025.

Adapun realisasi belanja negara mencapai Rp 1.406 triliun pada semester I-2025, hanya tumbuh 0,6% dibanding periode sama tahun lalu. Adapun realisasi belanja negara terbagi dalam belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.003,6 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 402,5 triliun.

“Menteri Keuangan akan menunjang seluruh program percepatan ini. Semaksimal mungkin saya inginkan nanti di akhir tahun semua uang yang kita punya bisa dipakai secara efektif. Jadi gak akan ada sisa uang yang berlebihan seperti dulu lagi. Uang dipakai untuk pembangunan,” ucap Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Jumat (12/9/2025).

Menurut dia, bila belanja negara berperan secara optimal maka roda perekonomian akan melaju. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,2% pada akhir tahun 2025. Namun Purbaya belum merinci perkiraan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 ini.

ADVERTISEMENT
Purbaya Mau Semua Anggaran Bisa Terserap di Akhir 2025
Realisasi dan Outlook APBN 2025. (Ilustrasi: Investor Daily)

“Begitu arah ekonomi membalik, semua akan akan bergerak. Nanti, dua bulan dari sekarang gambarannya akan beda. Anda akan melihat kondisi ekonomi yang berbeda dari sekarang. Kalau sekarang saya bilang (sekarang sudah membaik), maka Anda akan bilang 'wah kami terlalu optimis, karena lagi susah semuanya',” ujar mantan Kepala Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

Dalam hal kontribusinya ke perekonomian, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat belanja pemerintah mengalami kontraksi 0,33% yoy pada kuartal II-2025. Angka ini lebih baik dari kuartal sebelumnya di mana konsumsi pemerintah terkontraksi sebesar 1,38% yoy. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 mencapai 5,12% lebih baik dari kuartal sebelumnya yang hanya mencapai 4,87%.

Menkeu menegaskan akan melakukan kajian lebih lanjut untuk melihat pos-pos belanja negara yang belum berjalan efektif hingga September 2025 ini. Bila ditemukan masih ada pos belanja yang tidak efektif akan ditentukan apakah program tersebut akan dilanjutkan atau akan ada pergeseran alokasi ke pos belanja yang lebih efektif.

“Kita bisa prediksi mana yang gak terserap. Sampai akhir tahun, itu akan kita geser ke tempat yang lebih siap. Kami juga akan pastikan program-program yang bagus tetapi berjalan agak macet, maka akan kami dorong lebih cepat,” tutur Purbaya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia