Kamis, 14 Mei 2026

Berkat Rp 200 Triliun ke Himbara, Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi RI Tangguh Hadapi Gejolak

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
22 Sep 2025 | 17:40 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers kepada awak media usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (19/9/2025). (BPMI Setpres/Kris)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers kepada awak media usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (19/9/2025). (BPMI Setpres/Kris)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa optimistis perekonomian Indonesia tetap tangguh menghadapi gejolak global. Keyakinan itu didukung langkah pemerintah yang telah mengucurkan dana sebesar Rp 200 triliun ke perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperkuat likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Ekonomi kita masih kuat walaupun ada gejolak global, dan kita akan perkuat terus ke depan. Apalagi kami sudah mendorong menaruh uang Rp 200 triliun ke perbankan," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (22/9/2025).

Menurut Purbaya, langkah penempatan dana Rp 200 triliun ke Himbara menjadi pendorong sisi permintaan dan penawaran. Apalagi, ditambah dengan kebijakan Bank Indonesia yang juga menurunkan suku bunga. 

ADVERTISEMENT

"Jadi gerakan kami dengan Bank Sentral amat sinkron sekarang, sama-sama mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya.

Purbaya meyakini, sinergi pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi ini dampaknya akan segera dirasakan pada kuartal IV-2025.

"Saya pikir dampaknya akan terlihat Oktober, November, Desember. Jadi kita harapkan lewat kuartal IV ekonomi akan tumbuh lebih baik dari sekarang," ungkapnya.

Purbaya menambahkan, peran APBN dalam mendukung program prioritas nasional dan katalis pertemuan juga akan terus diperkuat.

Dia menegaskan, melalui belanja negara yang dipercepat dan ditingkatkan kualitasnya, APBN akan terus berperan sebagai katalis pertumbuhan, sekaligus mendukung program prioritas nasional.

Selain itu, kas negara juga akan dioptimalkan untuk memperkuat produktivitas sektor swasta.

“Pendapatan negara akan terus dijaga dan diperbaiki sejalan dengan perkembangan kondisi ekonomi yang ada saat ini,” tutup Purbaya.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia