Kamis, 14 Mei 2026

Grup Indofood akan Bangun Pabrik Gula US$ 150 Juta

Penulis : ah
8 Apr 2015 | 15:46 WIB
BAGIKAN

Jakarta – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), melalui anak usahanya Indofood Agri Resources Ltd atau IndoAgri, berencana membangun pabrik pengolahan gula atau sugar mill di Indonesia. Nilai investasi pabrik ditaksir mencapai US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun.


Chief Executive Of ficer (CEO) IndoAgri Mark Wakeford mengatakan, peluang pasar gula domestik Indonesia masih sangat besar. Pasalnya, pasokan yang tersedia belum cukup memenuhi permintaan.

ADVERTISEMENT


“Indonesia hanya memproduksi 2,5 – 2,6 juta ton per tahun, sedangkan konsumsi gula saat ini mencapai 5,5 juta ton,” kata Mark, seperti dikutip Reuters, Selasa (7/4). Mark mengungkapkan, pihaknya lebih suka membangun pabrik baru daripada akuisisi. Pasalnya, industri gula didominasi oleh BUMN yang bersaing dengan kelompok perkebunan swasta. Hal itu menjadikan peluang akuisisi sangat kecil.


Saat ini, IndoAgri telah memiliki dua pabrik gula di Indonesia. Sebelumnya, IndoAgri melalui First Pacific Natural Resources juga telah melakukan investasi di perusahaan gula terbesar Filipina, Roxas Holding Inc. Perseroan membeli 34% saham Roxas senilai 2,47 miliar peso atau sekitar Rp 658 miliar.


Adapun First Pacific Natural Resources merupakan perusahaan patungan First Pacific Co Ltd dan Indofood Agri Resources Ltd. First Pacific, perusahaan yang dikendalikan keluarga Salim, menguasai 50,07% saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Sementara, Indofood memiliki 60,34% saham Indofood Agri (IndoAgri).


Roxas Holdings merupakan perusahaan gula terintegrasi dan terbesar di Filipina dengan kapasitas penggilingan sebanyak 38.500 ton tebu per hari. Adapun kapasitas produksi gula refinasi mencapai 18.000 lkg per hari. Satu lkg sama dengan 50 kilogram (kg) gula.


Roxas Holdings memiliki tiga pabrik gula di Negros Occidental dan Batangas, Filipina. Perseroan juga memiliki pabrik etanol di Negros Occidental dengan kapasitas 100.000 liter per hari. (tim)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 51 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia