Grup Indofood akan Bangun Pabrik Gula US$ 150 Juta
Jakarta – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), melalui anak usahanya Indofood Agri Resources Ltd atau IndoAgri, berencana membangun pabrik pengolahan gula atau sugar mill di Indonesia. Nilai investasi pabrik ditaksir mencapai US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun.
Chief Executive Of ficer (CEO) IndoAgri Mark Wakeford mengatakan, peluang pasar gula domestik Indonesia masih sangat besar. Pasalnya, pasokan yang tersedia belum cukup memenuhi permintaan.
“Indonesia hanya memproduksi 2,5 – 2,6 juta ton per tahun, sedangkan konsumsi gula saat ini mencapai 5,5 juta ton,” kata Mark, seperti dikutip Reuters, Selasa (7/4). Mark mengungkapkan, pihaknya lebih suka membangun pabrik baru daripada akuisisi. Pasalnya, industri gula didominasi oleh BUMN yang bersaing dengan kelompok perkebunan swasta. Hal itu menjadikan peluang akuisisi sangat kecil.
Saat ini, IndoAgri telah memiliki dua pabrik gula di Indonesia. Sebelumnya, IndoAgri melalui First Pacific Natural Resources juga telah melakukan investasi di perusahaan gula terbesar Filipina, Roxas Holding Inc. Perseroan membeli 34% saham Roxas senilai 2,47 miliar peso atau sekitar Rp 658 miliar.
Adapun First Pacific Natural Resources merupakan perusahaan patungan First Pacific Co Ltd dan Indofood Agri Resources Ltd. First Pacific, perusahaan yang dikendalikan keluarga Salim, menguasai 50,07% saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Sementara, Indofood memiliki 60,34% saham Indofood Agri (IndoAgri).
Roxas Holdings merupakan perusahaan gula terintegrasi dan terbesar di Filipina dengan kapasitas penggilingan sebanyak 38.500 ton tebu per hari. Adapun kapasitas produksi gula refinasi mencapai 18.000 lkg per hari. Satu lkg sama dengan 50 kilogram (kg) gula.
Roxas Holdings memiliki tiga pabrik gula di Negros Occidental dan Batangas, Filipina. Perseroan juga memiliki pabrik etanol di Negros Occidental dengan kapasitas 100.000 liter per hari. (tim)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler

