Griyainsani Kuasai 60% Saham Mitra Keluarga
JAKARTA – PT Griyainsani Cakrasadaya (GIC) menambah kepemilikan sahamnya pada PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) menjadi sebesar 60%. GIC membeli saham milik Lion Investment Partners BV sebesar 27,7% atau sebanyak empat miliar unit saham.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Mitra Keluarga Karyasehat Joyce V Handayani mengungkapkan, Mitra Keluarga mendapatkan informasi pembelian saham oleh Griyainsani pada 5 Januari 2017. “Pembelian saham dilakukan pada 27 Desember 2016,” jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (6/1).
Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa Griyainsani tetap menjadi pemegang saham pengendali atas Mitra Keluarga. Sebelum transaksi tersebut terjadi, kepemilikan saham Lion Investment atas Mitra Keluarga sebesar 49,7% atau sebanyak 7,23 miliar saham. Sementara kepemilikan langsung Griyainsani pada perseroan sebesar 32,3% atau sebanyak 4,6 miliar saham.
Sisanya dimiliki oleh publik. Harga saham Mitra Keluarga pada 27 Desember tahun lalu tercatat dibuka dan ditutup pada level 2.420. Pembelian saham Mitra Keluarga oleh Griyainsani berpotensi mencapai Rp 9,6 triliun.
Hingga kuartal III – 2016, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 1,8 triliun, tumbuh dibandingkan realisasi periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,6 triliun. Sementara laba bersih perseroan selama periode tersebut sebesar Rp 529,5 milar, lebih tinggi dari kuartal III-2015 sebesar Rp 439,3 miliar.
Berdasarkan letak geografis, pendapatan perseroan yang berasal dari penjualan di Jakarta dan sekitarnya masih mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp 1,4 triliun. Sementara sisa pendapatan perseroan berasal dari operasional rumah sakit di Tegal dan Surabaya sebesar Rp 360,2 miliar dan pendapatan lainnya sebesar Rp 30 miliar. Kas dan setara kas Mitra Keluarga hingga kuartal III tahun lalu sebesar Rp 2,4 triliun. Total aset perseroan sebesar Rp 3,9 triliun yang terdiri dari asset lancar sebesar Rp 2,6 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 1,2 triliun.
Sementara itu, total liabilitas perseroan sebesar Rp 499,5 miliar, yang terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp 235,4 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 264 miliar. Sementara total ekuitas perseroan sebesar Rp 3,4 triliun.
Sejumlah analis memperkirakan pendapatan 2016 dapat mencapai sebesar Rp 1,827 triliun dan laba bersih Rp 529,6 miliar. (fik)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler

