Kamis, 14 Mei 2026

Cek, Progres Pengerjaan LRT Jabodebek oleh Adhi Karya

Penulis : Farid Firdaus
10 Apr 2020 | 18:37 WIB
BAGIKAN
LRT PT Adhi Karya Tbk. Foto: Perseroan.
LRT PT Adhi Karya Tbk. Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id – Pengerjaan proyek lintas rel terpadu (light rail transit/LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) tahap I oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah mencapai 70,9% hingga 20 Maret 2020. Proyek bernilai Rp 22,8 triliun itu digarap perseroan sejak September 2015.

“Setiap pekerjaan jalur layanan LRT Jabodebek tahap I mengalami perkembangan bervarisasi. Lintas pelayanan 1 Cawang-Cibubur telah mencapai 87,6%, lintas pelayanan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas mencapai 66,2%, dan lintas pelayanan 3 Cawang-Bekasi mencapai 63%,” jelas Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Sementara itu, hingga Maret 2020, perseroan telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 2,5 triliun. Realisasi perolehan kontrak baru tersebut didominasi oleh pembangunan jaringan gas perumahan di Aceh dan Sumatera Utara senilai Rp 142,1 miliar dan pembangunan simpang susun di Sragen, Jawa Tengah, senilai Rp 129,4 miliar.

“Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Maret 2020, meliputi lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 94%, properti sebesar 5% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya,” ungkap Parwanto.

ADVERTISEMENT

Secara tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru Adhi Karya terdiri atas proyek gedung sebesar 26%, jalan dan jembatan sebesar 7%, serta proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalan kereta api, dan proyek-proyek EPC sebesar 67%. Adapun berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah sebesar 70%, BUMN sebesar 19%, dan swasta atau lainnya sebesar 11%.

Sebagai informasi, selama periode 2020-2024, Adhi Karya merencanakan beberapa investasi dalam bidang infrastruktur. Kegiatan investasi ini dicanangkan, tidak hanya sebagai bentuk pengembangan peluang bisnis perseroan, tetapi juga sebagai partisipasi pada program pemerintah. Program tersebut berfokus pada pembangunan infrastruktur nasional dan investasi sebagai pembuka kesempatan.

Dari beberapa rencana investasi, perseroan tercatat menjadi pemrakarsa dari beberapa proyek di antaranya, jalan tol Solo-Yogyakarta, jalan tol Solo-Bawen, jalan tol 6 Ruas Dalam Kota Jakarta, jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated, prasarana Kereta Api Loop Line Jakarta, pengadaan air bersih dari Bendungan Karian untuk Jakarta Barat dan Tangerang Selatan, serta pengolahan limbah.

Sesuai rencana, pengembangan proyek-proyek investasi tersebut akan membutuhkan ekuitas sebesar Rp 6 triliun. Untuk memenuhi pendanaan tersebut, Adhi Karya berencana untuk melakukan penambahan ekuitas dengan skema rights issue.

Terkait aksi korporasi tersebut dan untuk mempertahankan kepemilikan Republik Indonesia sebagai pengendali saham Adhi Karya, perseroan telah mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3 trilliun untuk tahun anggaran 2021. Sementara, perolehan dana rights issue dari porsi investor publik diperkirakan sekitar Rp 2,9 trilliun.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 4 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 14 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 15 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 26 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 49 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia