Alkindo Naratama Bentuk Unit Usaha Baru "Food Packaging"
JAKARTA, Investor.id - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) membentuk unit usaha baru, yakni food packaging. Unit usaha ini diharapkan mampu untuk menopang bisnis perseroan di tengah hantaman pandemi Covid-19.
Direktur Utama Alkindo Naratama Herwanto Sutanto mengatakan, pembentukan unit usaha food packaging ketidakpastian bisnis di dalam negeri akibat berlanjutnya Covid-19. Perseroan menyadari bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, bisnis yang masih berjalan adalah kuliner dengan melaui pengiriman ojek online (ojol).
“Kami sebagai grup menginginkan bisnis last standing push running, artinya apabila krisis masih berlanjut, kami menjadi perusahaan terakhir yang masih berdiri. Namun, setelah pandemi usai kami tetap bisa melakukan running di awal-awal,” ujar Herwanto kepada Investor Daily di Jakarta baru-baru ini.
Herwanto menyampaikan, bisnis food packaging ini mendapatkan respons yang positif dari pasar. Segmentasi unit bisnis baru ini mengarah ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), meski demikian diharapkan terus berkembang ke depan.
Guna bisa melancarkan unit bisnis baru food packaging, perseroan telah menyerap sebanyak Rp 7 miliar dari total anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp 33 miliar. “Capex sampai Juni sudah mencapai Rp 13 miliar dan sumber pendanaan dari pinjaman dan internal,” ujar dia.
Unit usaha food packaging baru berjalan pada Maret 2020. Sampai Oktober, penjualan unit usaha baru ini telah mencapai 2,5 juta pcs. Herwanto menambahkan, target penjualan dari food packaging hingga akhir tahun sejumlah 4-5 juta pcs dan diharapkan bisa bertumbuh lagi di tahun depan.
Di tengah pandemi Covid-19 ini, selain membentuk unit usaha baru food packaging, perseroan juga tengah memproduksi bahan kimia untuk Alat Pelindung Diri (APD). Sebelumnya, segmen bisnis bahan kimia ini difokuskan untuk distribusi tekstil dan manufaktur. Namun, dengan terjadinya pandemi, bisnis ini turun tajam yang mendorong perseroan mengalihkan bahan kimia ini ke APD.
“Jadi kami bekerjasama dengan beberapa pabrik tekstil yang berkonsentrasi pembuatan pakaian. Kami memberikan bantuan-bantuan bahan kimia untuk APD, sehingga mereka bisa melakukan penjualan ke arah tersebut,” ujar dia.
Herwanto menambahkan, sampai September 2020 secara grup, penjualan mengalami turun hampir 10%. Namun, dengan adanya pengalihan usaha bahan kimia ke APD dan adanya penjualan produk-produk baru, penjualan bisa terkompensasi.
Sementara itu, dari sisi kinerja keuangan, perseroan tahun ini menargetkan penjualan konsolidasi mencapai Rp 1-1,1 triliun. Sedangkan laba bersih konsolidasi ditargetkan mencapai Rp 40-50 miliar.
Hingga semester I-2020, penjualan perseroan telah mencapai Rp 519 miliar, turun dari periode sama tahun lalu yang mencatatkan sejumlah Rp 563 miliar. Perolehan penjualan di periode Juni ini sudah mencapai 50% dari target penjualan tahun ini. Secara segmen, penjualan kertas menyumbang 35%, kertas konversi 27%, distribusi kimia 23% dan polimer 15%.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler

