Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO)

PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO)

Alkindo Naratama Bentuk Unit Usaha Baru "Food Packaging"

Minggu, 11 Oktober 2020 | 16:21 WIB
Nabil Alfarouq (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) membentuk unit usaha baru, yakni food packaging. Unit usaha ini diharapkan mampu untuk menopang bisnis perseroan di tengah hantaman pandemi Covid-19.

Direktur Utama Alkindo Naratama Herwanto Sutanto mengatakan, pembentukan unit usaha food packaging ketidakpastian bisnis di dalam negeri akibat berlanjutnya Covid-19. Perseroan menyadari bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, bisnis yang masih berjalan adalah kuliner dengan melaui pengiriman ojek online (ojol).

“Kami sebagai grup menginginkan bisnis last standing push running, artinya apabila krisis masih berlanjut, kami menjadi perusahaan terakhir yang masih berdiri. Namun, setelah pandemi usai kami tetap bisa melakukan running di awal-awal,” ujar Herwanto kepada Investor Daily di Jakarta baru-baru ini.

Herwanto menyampaikan, bisnis food packaging ini mendapatkan respons yang positif dari pasar. Segmentasi unit bisnis baru ini mengarah ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), meski demikian diharapkan terus berkembang ke depan.

Guna bisa melancarkan unit bisnis baru food packaging, perseroan telah menyerap sebanyak Rp 7 miliar dari total anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp 33 miliar. “Capex sampai Juni sudah mencapai Rp 13 miliar dan sumber pendanaan dari pinjaman dan internal,” ujar dia.

Unit usaha food packaging baru berjalan pada Maret 2020. Sampai Oktober, penjualan unit usaha baru ini telah mencapai 2,5 juta pcs. Herwanto menambahkan, target penjualan dari food packaging hingga akhir tahun sejumlah 4-5 juta pcs dan diharapkan bisa bertumbuh lagi di tahun depan.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, selain membentuk unit usaha baru food packaging, perseroan juga tengah memproduksi bahan kimia untuk Alat Pelindung Diri (APD). Sebelumnya, segmen bisnis bahan kimia ini difokuskan untuk distribusi tekstil dan manufaktur. Namun, dengan terjadinya pandemi, bisnis ini turun tajam yang mendorong perseroan mengalihkan bahan kimia ini ke APD.

“Jadi kami bekerjasama dengan beberapa pabrik tekstil yang berkonsentrasi pembuatan pakaian. Kami memberikan bantuan-bantuan bahan kimia untuk APD, sehingga mereka bisa melakukan penjualan ke arah tersebut,” ujar dia.

Herwanto menambahkan, sampai September 2020 secara grup, penjualan mengalami turun hampir 10%. Namun, dengan adanya pengalihan usaha bahan kimia ke APD dan adanya penjualan produk-produk baru, penjualan bisa terkompensasi.

Sementara itu, dari sisi kinerja keuangan, perseroan tahun ini menargetkan penjualan konsolidasi mencapai Rp 1-1,1 triliun. Sedangkan laba bersih konsolidasi ditargetkan mencapai Rp 40-50 miliar.

Hingga semester I-2020, penjualan perseroan telah mencapai Rp 519 miliar, turun dari periode sama tahun lalu yang mencatatkan sejumlah Rp 563 miliar. Perolehan penjualan di periode Juni ini sudah mencapai 50% dari target penjualan tahun ini. Secara segmen, penjualan kertas menyumbang 35%, kertas konversi 27%, distribusi kimia 23% dan polimer 15%.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com