Kamis, 14 Mei 2026

Mirae Berambisi Kembali Menjadi Broker Saham Terbesar

Penulis : Gita Rossiana
12 Feb 2021 | 20:15 WIB
BAGIKAN
Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia berambisi kembali menjadi broker saham terbesar tahun ini dari sisi nilai transaksi. Tahun lalu, Mirae menempati posisi teratas dengan nilai transaksi sebesar Rp 410,2 triliun.

Tahun ini, perusahaan efek tersebut menargetkan nilai transaksi saham dari nasabahnya naik 17%. “Kami ingin tetap menjadi nomor 1 dan melebarkan jarak dengan posisi berikutnya,” kata Head of Wealth Management Division Mirae Asset Sekuritas Indonesia Fajrin Noor Hermansyah kepada Investor Daily, Jumat (12/2).

Sementara itu, dalam acara Mirae Asset Day yang berlangsung secara virtual, Kamis (11/2), Fajrin mengungkapkan bahwa target kenaikan nilai transaksi saham sebesar 17% tersebut bisa dicapai dengan peningkatan jumlah nasabah. Tahun ini, perseroan menargetkan peningkatan jumlah nasabah baru sebesar 5% dari 42 ribu nasabah tahun lalu.

“Target itu akan didukung oleh beberapa strategi perusahaan melalui inovasi untuk mendekatkan diri dengan nasabah dan meningkatkan kualitas layanan," jelas dia.

ADVERTISEMENT

Mirae berencana menambah kantor perwakilan baru dari 28 kantor perwakilan yang sudah ada. Pihaknya akan menambah satu kantor perwakilan baru di Bogor dan Jakarta Selatan. Kemudian, perseroan akan menambah kantor flagship di Medan dan Surabaya, serta beberapa kantor lagi di Makassar, Batam, dan Pekanbaru.

Selain menambah kantor perwakilan baru, perusahaan akan meningkatkan kualitas (upgrade) kantor perwakilan yang sudah ada. Peningkatan kualitas kantor ini untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam mencari informasi dan mendapatkan edukasi pasar modal secara lebih baik, serta dapat bertransaksi dengan lebih nyaman.

Lebih lanjut Fajrin mengatakan, saat ini, investor saham di pasar modal sudah lebih matang dan lebih haus informasi, sehingga pihaknya berniat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas beberapa inovasi yang sudah berjalan. Inovasi itu seperti informasi dan rekomendasi yang disampaikan dalam beberapa format mulai dari website, kartun, media sosial, hingga video.

"Peningkatan layanan di kantor perwakilan juga menjadi proses yang harus ditingkatkan kualitasnya untuk mendukung akuisisi, edukasi, dan transaksi nasabah dengan lebih baik lagi," tutur dia.

Selain melalui ekspansi kantor perwakilan, Fajrin menambahkan bahwa Mirae Asset Sekuritas tengah menggelar lomba trading saham online terbesar di Indonesia, yaitu HOTS Championship 3 dengan hadiah Rp 500 juta. Nilai hadiah itu dua kali lebih besar dibandingkan kompetisi serupa pada 2020. Kompetisi rutin ini diharapkan dapat menggugah lebih banyak investor untuk lebih aktif bertransaksi.

Tujuan kompetisi itu ada dua. Pertama, memberi kesempatan investor ritel mempraktikkan keterampilan investasi dan stock investment, karena seluruh contoh dan teori perlu dipraktikkan secara riil untuk mengukur kemampuan mencetak gain. Kedua, mengedukasi nasabah dengan analisis-analisis dari tim Mirae Asset Sekuritas serta menularkan ilmu nasabah yang trading-nya sukses kepada nasabah lain.

"Pengembangan jumlah nasabah dan peningkatan kualitas nasabah dilakukan karena Mirae Asset Sekuritas menyadari inklusi keuangan Indonesia memiliki potensi pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan," papar Fajrin.

Sepanjang 2020, Mirae Asset Sekuritas mencatatkan nilai transaksi saham dari nasabahnya sebesar Rp 410,2 triliun atau melesat 97% dibandingkan tahun 2019. Hingga Januari 2021, nilai transaksi saham melalui Mirae sudah mencapai Rp 105 triliun, hampir dua kali lipat dari pesaing terdekatnya yang senilai Rp 64,15 triliun.

Fajrin optimistis 'Tahun Kerbau Logam' ini akan menjadi tahun yang menjanjikan dengan harapan bahwa pandemi Covid-19 berangsur mereda dan kondisi perekonomian nasional semakin pulih. Dengan harapan tersebut, tim riset Mirae masih yakin pasar saham terus bergerak positif dengan proyeksi indeks harga saham gabungan (IHSG) mencapai level 6.880 tahun ini atau bertumbuh 17% dari posisi akhir 2020.

Tiga katalis utama dari pertumbuhan IHSG tersebut adalah meredanya kasus Covid-19 karena vaksin yang sudah mulai diedarkan. Kemudian, sentimen Joe Biden sebagai pemimpin baru AS yang akan memberikan rasa aman yang lebih baik kepada negara-negara lain di dunia, serta faktor peningkatan transaksi investor di bursa saham domestik.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 38 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 49 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia