Mirae Berambisi Kembali Menjadi Broker Saham Terbesar
JAKARTA, investor.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia berambisi kembali menjadi broker saham terbesar tahun ini dari sisi nilai transaksi. Tahun lalu, Mirae menempati posisi teratas dengan nilai transaksi sebesar Rp 410,2 triliun.
Tahun ini, perusahaan efek tersebut menargetkan nilai transaksi saham dari nasabahnya naik 17%. “Kami ingin tetap menjadi nomor 1 dan melebarkan jarak dengan posisi berikutnya,” kata Head of Wealth Management Division Mirae Asset Sekuritas Indonesia Fajrin Noor Hermansyah kepada Investor Daily, Jumat (12/2).
Sementara itu, dalam acara Mirae Asset Day yang berlangsung secara virtual, Kamis (11/2), Fajrin mengungkapkan bahwa target kenaikan nilai transaksi saham sebesar 17% tersebut bisa dicapai dengan peningkatan jumlah nasabah. Tahun ini, perseroan menargetkan peningkatan jumlah nasabah baru sebesar 5% dari 42 ribu nasabah tahun lalu.
“Target itu akan didukung oleh beberapa strategi perusahaan melalui inovasi untuk mendekatkan diri dengan nasabah dan meningkatkan kualitas layanan," jelas dia.
Mirae berencana menambah kantor perwakilan baru dari 28 kantor perwakilan yang sudah ada. Pihaknya akan menambah satu kantor perwakilan baru di Bogor dan Jakarta Selatan. Kemudian, perseroan akan menambah kantor flagship di Medan dan Surabaya, serta beberapa kantor lagi di Makassar, Batam, dan Pekanbaru.
Selain menambah kantor perwakilan baru, perusahaan akan meningkatkan kualitas (upgrade) kantor perwakilan yang sudah ada. Peningkatan kualitas kantor ini untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam mencari informasi dan mendapatkan edukasi pasar modal secara lebih baik, serta dapat bertransaksi dengan lebih nyaman.
Lebih lanjut Fajrin mengatakan, saat ini, investor saham di pasar modal sudah lebih matang dan lebih haus informasi, sehingga pihaknya berniat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas beberapa inovasi yang sudah berjalan. Inovasi itu seperti informasi dan rekomendasi yang disampaikan dalam beberapa format mulai dari website, kartun, media sosial, hingga video.
"Peningkatan layanan di kantor perwakilan juga menjadi proses yang harus ditingkatkan kualitasnya untuk mendukung akuisisi, edukasi, dan transaksi nasabah dengan lebih baik lagi," tutur dia.
Selain melalui ekspansi kantor perwakilan, Fajrin menambahkan bahwa Mirae Asset Sekuritas tengah menggelar lomba trading saham online terbesar di Indonesia, yaitu HOTS Championship 3 dengan hadiah Rp 500 juta. Nilai hadiah itu dua kali lebih besar dibandingkan kompetisi serupa pada 2020. Kompetisi rutin ini diharapkan dapat menggugah lebih banyak investor untuk lebih aktif bertransaksi.
Tujuan kompetisi itu ada dua. Pertama, memberi kesempatan investor ritel mempraktikkan keterampilan investasi dan stock investment, karena seluruh contoh dan teori perlu dipraktikkan secara riil untuk mengukur kemampuan mencetak gain. Kedua, mengedukasi nasabah dengan analisis-analisis dari tim Mirae Asset Sekuritas serta menularkan ilmu nasabah yang trading-nya sukses kepada nasabah lain.
"Pengembangan jumlah nasabah dan peningkatan kualitas nasabah dilakukan karena Mirae Asset Sekuritas menyadari inklusi keuangan Indonesia memiliki potensi pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan," papar Fajrin.
Sepanjang 2020, Mirae Asset Sekuritas mencatatkan nilai transaksi saham dari nasabahnya sebesar Rp 410,2 triliun atau melesat 97% dibandingkan tahun 2019. Hingga Januari 2021, nilai transaksi saham melalui Mirae sudah mencapai Rp 105 triliun, hampir dua kali lipat dari pesaing terdekatnya yang senilai Rp 64,15 triliun.
Fajrin optimistis 'Tahun Kerbau Logam' ini akan menjadi tahun yang menjanjikan dengan harapan bahwa pandemi Covid-19 berangsur mereda dan kondisi perekonomian nasional semakin pulih. Dengan harapan tersebut, tim riset Mirae masih yakin pasar saham terus bergerak positif dengan proyeksi indeks harga saham gabungan (IHSG) mencapai level 6.880 tahun ini atau bertumbuh 17% dari posisi akhir 2020.
Tiga katalis utama dari pertumbuhan IHSG tersebut adalah meredanya kasus Covid-19 karena vaksin yang sudah mulai diedarkan. Kemudian, sentimen Joe Biden sebagai pemimpin baru AS yang akan memberikan rasa aman yang lebih baik kepada negara-negara lain di dunia, serta faktor peningkatan transaksi investor di bursa saham domestik.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler



