Kamis, 14 Mei 2026

Perkuat Kinerja, Nusantara Infrastructure Kebut Pengembangan Bisnis di Masa Pandemi

Penulis : Mashud Toarik
20 Aug 2021 | 08:08 WIB
BAGIKAN
Jalan Tol Layang A.P Pettarani Makassar.
Jalan Tol Layang A.P Pettarani Makassar.

JAKARTA, investor.id - PT Nusantara Infrastructure Tbk berupaya untuk menjaga soliditas kinerja dan bisnis di tahun 2021 sebagaimana yang berhasil dilakukan pada tahun buku 2020.

Terkait komitmen ini, emiten dengan kode saham META tersebut tengah melakukan pengembangan bisnis di sektor jalan tol, diantaranya melalui Konstruksi Penanganan Banjir (Peninggian) pada KM 08+000 Jalan Tol Pondok ArenSerpong yang telah mendapatkan persetujuan dari Dirjen Bina Marga dan Konstruksi Tidak Sebidang Ramp Junction Serpong dengan Exit Ramp Pamulang dan Pelebaran Jalan Arteri Exit Pamulang pada Jalan Tol Pondok Aren-Serpong yang juga telah mendapatkan persetujuan dari Dirjen Bina Marga.

Selain itu, Perseroan juga telah berhasil lolos dalam tahap prakualifikasi pengusahaan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Cikunir-Ulujami yang ditetapkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) per tanggal 30 Juli 2021 sebagai satu-satunya entitas dalam konsorsium PT Marga Metro Nusantara, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., dan PT Acset Indonusa Tbk yang selanjutnya akan diundang untuk mengikuti tahapan lelang.

Sementara di sektor Energi Baru Terbarukan (META), META mengaku akan terus berupaya mengembangkan potensi pembangkit tenaga air, biomassa, surya, dan sampah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Adapun di sektor air bersih, Perseroan melalui beberapa anak usahanya juga sedang melakukan beberapa kajian pra-studi kelayakan maupun uji tuntas dalam beberapa proyek air bersih dan diharapkan segera selesai agar dapat menambah portfolio perseroan.

Sebelumnya, pada tahun buku 2020, di tengah pandemi Covid-19, META mencatatkan total Pendapatan dan Penjualan sebesar Rp1,57 triliun dengan EBITDA sebesar Rp241,23 miliar.

Sementara itu, Laba Usaha Perseroan tahun 2020 mencapai Rp132,76 miliar. Hasil tersebut tercermin dengan peningkatan aset 15,15% menjadi Rp5,85 triliun dan total ekuitas menjadi sebesar Rp3,36 triliun pada tahun 2020. Perseroan juga mencatatkan rasio utang terhadap ekuitas di level 59,95%.

Pencapaian tersebut disampaikan oleh Manajemen Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 19 Agustus 2021 di Gedung Equity, SCBD, Jakarta.

Manajemen META menyebutkan bahwa, sektor jalan tol memberikan kontribusi pendapatan usaha dan penjualan (tidak termasuk pendapatan usaha lainnya dan pendapatan konstruksi) dengan persentase 63,47% atau senilai Rp328,26 miliar. Sementara sektor energi terbarukan menyusul dengan memberikan kontribusinya sebesar 23,72% atau senilai Rp122,66 miliar serta kontribusi di sektor pengelolaan air bersih mencapai 12,82% atau sebesar Rp73,90 miliar.

General Manager Corporate Affairs PT Nusantara Infrastructure Tbk, Deden Rochmawaty,  mengungkapkan, di tengah kondisi perkembangan bisnis industri yang tidak kondusif di tahun 2020, Manajemen mampu menjaga stabilitas bisnisnya dan mencapai kinerja yang ditargetkan.

“Manajemen Perseroan telah melakukan berbagai antisipasi terhadap dampak-dampak dari social restrictions yang dinamis dengan tetap berpegang teguh pada kebijakan Perseroan dalam hal health first dan cash preservation dalam hal build cash, manage cash wisely terutama yang berhubungan dengan OPEX & maintenance cost. Selama Pandemi, kami juga konsisten menjaga aset terpenting kami yakni karyawan, sehingga tidak ada pengurangan jumlah karyawan yang terjadi hingga saat ini.

Ke depannya, Manajemen juga tetap akan melakukan rebalancing terhadap cash management yang akan disesuaikan dengan kondisi seperti saat ini agar tidak memengaruhi aspek operasional dan keuangan Perseroan,” urainya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (20/8/2021).

Sementara dari sisi operasional dipaparkan, Perseroan berhasil menutup tahun 2020 dengan menyelesaikan dua proyek konstruksi besar, yaitu Jalan Tol Layang A.P. Pettarani Makassar sepanjang 4,3 km sebagai ikon baru Kota Makassar dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lau Gunung sebesar 15MW di Sumatra Utara.

“Beroperasinya Tol Layang A.P. Pettarani di Makassar diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan volume dan pendapatan Perseroan, khususnya anak usaha di sektor tol PT Makassar Metro Network (MMN),” urainya.

Di samping itu, berjalannya pengoperasian Jalan Tol Ruas Ciputat-Serpong dan Kunciran-Bandara yang terhubung dengan Ruas SerpongKunciran sebagai bagian dari JORR 2 juga diharapkan akan menyumbang tambahan volume kendaraan kepada PT Bintaro Serpong Damai (BSD Tol).

Sementara kinerja Perseroan di sektor energi terbarukan dikatakan juga cukup stabil di 2020. Jumlah penjualan listrik Perseroan di tahun 2020 sebesar 10,9 rata-rata MW (Mega-Watt) per jam dengan total jumlah produksi energi mencapai 107.360.319 kwh di tahun 2020.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 46 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia