Optimistis Kinerja Tumbuh 2022, Berlina Kembangkan Sejumlah Proyek
JAKARTA, investor,id — PT Berlina Tbk (BRNA) optimistis kinerja pada tahun 2022 akan tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan dari setiap segmen bisnis perseroan pada kuartal IV-2021. Perseroan pun tengah mengembangkan sejumlah proyek baru untuk mendongkrak kinerja.
Proyek yang tengah perseroan jalani yakni Bi-injection cap untuk Danone-Aqua. Proyek baru ini telah memasuki tahap komersial, dimana Bi-injection cap untuk Danone-Aqua sudah berproduksi pada kapasitas penuh.
Perseroan akan melanjutkan proyek ini dengan nama Bi-injection cap untuk Danone-Aqua (Capshield project#2) yang akan menggandakan bisnis pada segmen ini.
“Di kuartal IV-2021, perusahaan mengalami kenaikan permintaan hampir di seluruh segmen, terutama untuk proyek baru seperti Aqua, permintaannya itu naik signifikan setelah kuartal IV-2021,” ujar Presiden Direktur Berlina Pujihasana Wijaya dalam webinar, Rabu (15/12).
Perseroan juga mengalami peningkatan pada segmen plastik daur ulang (Post-Consumer Recycle/PCR) secara signifikan pada entitas anak yakni Natura Plastindo. Terbatasnya pengumpulan sampah plastik dari pasar lokal menjadi tantangan bagi perseroan untuk mendukung Sustainability Program.
Menurut Pujihasana, untuk mengatasi kebutuhan peningkatan sampah plastik, perseroan saat ini meningkatkan komunikasi dengan menggaet para bank sampah di berbagai tempat.
“Jadi kita akan bekerjasama dengan bank sampah lokal atau kolektor lokal dan kita saat ini mengembangkan tim yang akan kita sebar di seluruh Indonesia untuk bisa secara aktif kita bisa lebih cepat lagi mengumpulkan sampah plastik,” ujar dia.
Pujihasana meambahkan, meningkatnya permintaan tersebut seiring dengan level PPKM yang sudah mulai menurun di berbagai daerah, sehingga membuat bisnis milik pelanggan pun ikut meningkat. Sebagaimana diktahui, perseroan yang bergerak di bidang packaging memiliki bisnis yang berkaitan dengan penjualan dari keigatan usaha pelanggan.
Untuk mendongkrak kinerja, perseroan juga berencana untuk beirnvestasi unit baru berupa penambahan mesin pada bisnisnya di Tiongkok. Aksi ini dinilai akan meningkatkan kinerja bisnis perseroan yang ada di Negeri Tirai Bambu tersebut pada tahun depan.
Pujihasana mengatakan, mesin tersebut digunakan untuk melayani permintaan di segmen yang selama ini belum pernah dilakukan oleh cabang Tiongkok, yakni botol-botol dengan ukuran baru.
“ Setelah pandemi memang terjadi perubahan tren permintaan untuk ukuran. Jadi kami menyetujui investasi untuk mesin-mesin tersebut,” ujar dia.
Ada pun nilai investasi dari unit baru tersebut sebesar US$ 1,5 juta dan diproyeksikan manikan bisnis perseroan di Tiongkok. Namun demikian, bisnis ini tidak memberikan dampak yang besar terhadap perseroan karena hanya menyumbang sekitar 7% dari performa perusahaan.
“Outlook bisnis 2022, perseroan akan berkonsentrasi melayani kebutuhan rencana bisnis para pelanggan kami yang memang juga secara optimis akan mengembalikan pendapatan seperti sebelum pandemi, ini akan diikuti dengan beberapa strategi termasuk pengembangan produk baru untuk mneyambut kebutuhan market yg baru,” ujar dia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler

