Incar Pertumbuhan 15%, Intraco Penta (INTA) Paparkan Rencana Bisnis
JAKARTA, investor.id – PT Intraco Penta Tbk (INTA), emiten penyedia alat berat, menargetkan pendapatan pada 2022 tumbuh sebesar 5% sampai 15%. Sektor alat berat masih akan menjadi andalan dan ditopang oleh rencana diversifikasi bisnis ke sektor non-tambang.
Direktur Intraco Penta Eddy Rodianto menyampaikan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan pada 2022 sebesar 5% sampai 15% sambil tetap berupaya untuk mencapai target sebesar 10%. Target itu berkaca dari perkembangan situasi tahun ini. Eddy melihat, komoditas mengalami perkembangan luar biasa, terutama ditopang oleh kenaikan harga batu bara dan nikel yang begitu baik.
"Kami juga melihat, pertumbuhan tahun depan bisa membaik karena kami melihat progres vaksinasi yang berjalan luar biasa di Indonesia. Walaupun, Juli sampai Agustus 2021 kita sempat terpapar. Tapi, setelah itu membaik. Dengan melihat dinamika seperti ini, kami berhari-hari menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang sedang kami finalisasi," ungkap Eddy dalam paparan publik, Selasa (28/12).
Karena itu, untuk tahun depan, perseroan masih terus memfinalisasi dengan harapan dapat diselesaikan pada pekan ini. Sementara untuk sektor, Eddy menyebut, perseroan masih akan tetap mengandalkan alat berat sebagai bisnis inti, karena peluangnya masih cukup baik. Bahkan, perseroan menargetkan penjualan alat berat pada 2022 akan terus bertumbuh positif. "Kami berharap, dengan mitra bisnis yang cukup lengkap, di sektor alat berat perseroan bisa tumbuh seiring pemulihan ekonomi yang berlangsung saat ini," tuturnya.
Selain fokus pada alat berat, tahun depan perseroan juga bakal melakukan diversifikasi usaha di luar sektor tambang, seperti masuk ke sektor perkebunan, perhutanan, pertanian, konstruksi, dan lain-lain. Eddy meyakini, melalui cara seperti itu, perseroan dapat melewati dinamika yang terjadi di pasar Indonesia.
Adapun di lini usaha lain, ia menambahkan, perseroan masih mengupayakan lini bisnis fabrikasi dan konstruksi untuk menyelesaikan tugas yang dibebankan ke perseroan yakni pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta.
Konsolidasi Usaha
Sementara itu, Direktur Utama Intraco Penta Petrus Halim mengatakan bahwa ke depan perseroan masih akan fokus untuk mengonsolidasikan semua lini usaha, menekan biaya (efisiensi), dan melakukan reorganisasi agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan optimal. "Jadi, lebih banyak konsolidasi. Belum ada rencana akuisisi. Kalaupun ada, rencana ekspansi di lini bisnis inti, yaitu alat konstruksi dan alat berat. Belum ada rencana rights issue," ucap Petrus.
Senada dengan Petrus, Direktur PT Inta Daya Perkasa Willianto Febriansa juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih akan fokus mengonsolidasikan tiga PLTU di Bengkulu, yang baru saja mencapai tahap komersial dan operasi normal. Selain di Bengkulu, perseroan juga akan mengoptimalkan pengoperasian PLTU di Batam.
Meski demikian, Intraco Penta tidak menutup kemungkinan akan masuk ke energi baru terbarukan (EBT). Namun, dalam situasi sekarang ini, perseroan masih akan lebih fokus pada tahap konsolidasi bisnis pembangkit listrik, mengingat tahun lalu PLTU di Bengkulu baru mencapai tahap komersial setelah tiga tahun merampungkan tahap konstruksi.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler

