Kolaborasi dengan Foxconn dan Gogoro, Indika Energy (INDY) Investasi di Ekosistem Kendaraan Listrik
JAKARTA, investor.id - PT Indika Energy Tbk (INDY) mengembangkan energi baru berkelanjutan melalui investasi di industri kendaraan listrik, baterai listrik, dan berbagai industri pendukungnya. Investasi ini dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Indonesia Battery Corporation (IBC), Hon Hai Precision Industry Co Ltd (Foxconn), dan Gogoro Inc (Gogoro).
Adapun kolaborasi dilakukan melalui skema Build-Operate-Localize (BOL) di Indonesia. Skema BOL dilakukan melalui tiga tahap, yaitu membangun, mengoperasikan dan melokalisasikan, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas industri Indonesia di bidang industri baterai listrik, industri kendaraan listrik, dan industri pendukungnya.
Baca juga: Ini Update Pengembangan Bisnis Non Batu Bara Indika Energy (INDY)
Dalam hal ini, Indika Energy bersama dengan IBC, Foxconn, dan Gogoro akan berinvestasi di ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), mulai dari pembuatan baterai listrik, termasuk sel baterai, modul baterai, dan baterai hingga ke pengembangan industri EV roda empat, EV roda dua dan bus listrik (E-Bus). Lingkup kerjasama mencakup pengembangan industri penunjang EV yang meliputi energy storage system (ESS), battery exchange atau swap station, baterai daur ulang, serta penelitian dan pengembangan di bidang baterai elektrik dan EV.
Penandatanganan MoU dilakukan di kantor Kementerian Investasi atau BKPM dan turut dihadiri oleh Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Ketua KADIN Indonesia Arsjad Rasjid. Bahlil menyatakan antusiasmenya dengan rencana investasi Foxconn dan Gogoro ke Indonesia bersama dengan mitra lokal.
“Investasi Foxconn dan Gogoro tidak hanya membawa modal, tetapi juga akan membawa teknologi dan pengetahuan sehingga industri otomotif Indonesia akan dapat bertransformasi dari sistem rantai pasokan otomotif lama dan tradisional menjadi ekosistem kendaraan listrik (EV) akses terbuka modern, seperti sistem operasi android di smartphone,” ungkap Bahlil dalam keterangan resmi, Jumat (21/1).
Baca juga: Divestasi MBSS, Indika Energy (INDY) Cetak Rugi US$ 6 Juta Pada Kuartal III-2021
Wakil Direktur Utama dan CEO Grup Indika Energy Azis Armand menyatakan Indika Energy sebagai pihak swasta siap mendukung pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Kolaborasi ini selaras dengan upaya Indika Energy dalam melakukan diversifikasi bisnis termasuk dalam industri kendaraan dan baterai listrik.
"Kolaborasi ini sangat menjanjikan karena mengkombinasikan pengalaman dan keahlian kami di bidang energi dengan IBC yang fokus dalam pengembangan baterai, juga Foxconn dan Gogoro sebagai perusahaan global yang telah mengembangkan kendaraan listrik roda empat dan dua dengan didukung platform digital dan berbasis teknologi battery swap,” tutur Azis.
Langkah Indika Energy untuk memasuki ekosistem motor listrik merupakan upaya diversifikasi bisnis yang akan membantu pencapaian target perusahaan untuk meningkatkan porsi pendapatan dari sektor non batu bara sebesar 50% pada tahun 2025.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




