Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

3 Emiten Baru akan Listing Sepekan ke Depan, Siapa Saja?

Minggu, 23 Januari 2022 | 22:05 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – Tiga emiten baru akan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan ke depan. Tiga emiten itu adalah PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), PT Net Visi Media Tbk (NETV), dan PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT).

Autopedia bakal listing pada 25 Januari 2022, Net Visi Media atau Net TV pada 26 Januari 2022, dan Mitra Angkasa pada 28 Januari 2022. Demikian laporan tertulis dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Autopedia melepas sebanyak 2,54 miliar saham dengan harga Rp 256 per saham. Anak usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) yang juga merupakan bagian dari Grup Triputra ini memperoleh dana Rp 652,6 miliar. Bertindak sebagai penjamin emisi efek adalah PT Ciptadana Sekuritas Asia dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Dalam prospektus perseroan disebutkan bahwa dana yang didapat dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) akan digunakan sekitar 64,7% untuk modal kerja sehubungan dengan usaha baru yang sudah mulai beroperasi sejak 3 Januari 2022, antara lain usaha jual beli kendaraan bekas baik online maupun offline. Sisanya 35,3% untuk seluruh pinjaman ke perusahaan induk, yakni Adi Sarana Armada, sebesar Rp 225 miliar.

Baca juga: Optimis, OJK Proyeksi Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tahun Ini Rp 538,3 Triliun

Di lain pihak, Net TV melepas sebanyak 765,3 juta saham atau setara 4,37% ke publik, dengan harga IPO sebesar Rp 196 per saham. Harga tersebut berada di batas atas, karena selama bookbuilding ditawarkan pada kisaran Rp 190-196.

Dengan begitu, Net TV meraih dana Rp 149,99 miliar. PT NH Korindo Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Bersamaan dengan penawaran umum, Net TV akan menerbitkan sebanyak 5,93 miliar saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi atas seluruh tagihan yang dimiliki oleh PT Indika Inti Holdiko, berdasarkan perjanjian pinjaman pemegang saham untuk mengkonversi total pinjaman menjadi 1,8 miliar saham.

Baca juga: Satu Lagi IPO Terbaru: Nusatama Lepas 25,9% Saham

Kemudian, mandatory convertible bonds yang telah diterbitkan perseroan kepada masing-masing PT Semangat Bambu Runcing sebanyak 2,06 miliar saham dan PT First Global Utama sebanyak 2,06 miliar saham.

Dengan demikian, total persentase saham hasil pelaksanaan konversi mencapai 25,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum dan pelaksanaan konversi.

Sesuai rencana, Net TV akan menggunakan 18,5% dana hasil IPO untuk modal kerja, yang akan digunakan dalam industri manajemen (artis) antara lain untuk biaya pengembangan keahlian dan keterampilan artis serta biaya operasional. Kemudian, sebesar 53% dialokasikan untuk setoran modal pada PT Net Mediatama Televisi (NMTV) sebagai salah satu anak usaha untuk membayar sejumlah utang. Di antaranya, utang sebesar Rp 35,7 miliar kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan utang Rp 9,29 miliar kepada PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC).

Baca juga: Pertamina Geothermal Energy akan IPO Semester I-2022, ini Detailnya

Sisanya 28,5% akan dipakai untuk setoran modal pada PT Net Media Digital, anak usaha perseroan yang lain, untuk pembuatan serta pembelian program dan biaya-biaya operasional.

Sementara itu, Mitra Angkasa melepas sebanyak 1,45 miliar saham baru atau setara 30,21%, dengan harga Rp 100 per saham. Perseroan meraih dana Rp 145 miliar dari hasil IPO. Bertindak sebagai penjamin emisi efek adalah PT UOB Kay Hian Sekuritas.

Dalam prospektusnya, Mitra Angkasa menyebutkan dana yang diperoleh dari IPO, sekitar 6% akan digunakan untuk pembayaran utang usaha kepada pemasok, yaitu NA Fasteners Pte Ltd, yang juga salah satu pemegang saham perseroan. Kemudian, sisanya akan digunakan untuk pembelian persediaan, baik persediaan terkait produk yang sudah ada dari perseroan maupun persediaan produk baru yang selama ini belum disediakan oleh perseroan, seperti full range mur dan baut yang terbuat dari stainless steel, socket cap screw, dan hand tools.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN