Jumat, 15 Mei 2026

Perang Rusia-Ukraina Pecah, Sentimen Positif Internal Tak Kuat Topang Rupiah

Penulis : Lona Olavia
24 Feb 2022 | 15:40 WIB
BAGIKAN
Petugas teller sedang menghitung uang rupiah di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Petugas teller sedang menghitung uang rupiah di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id - Skala perang yang meluas di Ukraina karena rudal terus menyerang ibu kotanya di Kyiv dan bandaranya direbut oleh pasukan udara Rusia membuat mata uang Rupiah loyo.

Analis pasar uang dari Monex Investindo Futures Faisal mengatakan, Rupiah berpotensi melemah karena pasar saat ini sedang manjauhi aset-aset berisiko. Hal tersebut hanya karena genderang perang Rusia-Ukraina yang makin kencang. Padahal, sentimen domestik sedang dalam kondisi bagus-bagusnya seiring capital inflow yang terus menguat.

“Saya rasa tren pelemahan Rupiah akan masih berlangsung selama perang terjadi atau selama rusia tidak menarik pasukannya,” katanya kepada Investor Daily, Kamis (24/2).

ADVERTISEMENT

Faisal memperkirakan, dalam jangka pendek rupiah akan menguji support Rp 14.320 per US$ dan resistance di Rp 14.200–14.420 per US$.

Senada, Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, bila perang meluas karena Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) juga ikut campur, kekhawatiran pasar akan meninggi dan pasar akan reli meninggalkan aset berisiko termasuk aset di negara emerging seperti Indonesia dan masuk ke aset aman seperti Dolar AS, emas, Yen Jepang dan Franc Swiss.

“Rupiah mungkin bisa mendekati Rp 14.500 terhadap Dolar AS, bila perang meluas,” katanya.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dalam perdagangan sore ini, Rupiah ditutup melemah 54 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 60 poin di level Rp 14.391 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.337. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah direntang Rp 14.370-14.420. 

Adapun, sentimen dalam negeri di mana realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada bulan Januari mengalami surplus sebesar Rp 28,9 triliun atau melonjak sekitar 163,5% dibandingkan tahun lalu yang mengalami defisit sebesar Rp 45,5 triliun tidak mampu mengangkat Rupiah. Surplus APBN ini didorong oleh penerimaan pajak yang mencapai 59,39 persen atau secara tahunan menjadi Rp 109,1 triliun, dibandingkan pada tahun lalu yaitu sebesar Rp 69,45 triliun.

Sementara itu, di eksternal, Dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya setelah Ukraina mengumumkan keadaan darurat dan Rusia mengirim pasukan ke Ukraina timur. Separatis di Donbass Ukraina (Donbas) meminta bantuan Rusia dalam memukul mundur "agresi" pada hari Rabu. Ukraina menanggapi dengan mengumumkan wajib militer dan keadaan darurat.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia