Kamis, 14 Mei 2026

Info Terbaru IPO: Realisasi, Rencana, hingga GoTo Dkk

Penulis : Jauhari Mahardhika
28 Mar 2022 | 21:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi perusahaan. (Pixabay)
Ilustrasi perusahaan. (Pixabay)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, hingga 25 Maret 2022, terdapat 12 perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di BEI, dengan total dana yang diperoleh melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 3,18 triliun.

Adapun dalam pipeline saham di BEI, saat ini terdapat 32 perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di bursa, dengan perkiraan nilai penghimpunan dana via IPO mencapai Rp 29,13 triliun.

“Total nilai penghimpunan dana tersebut telah memperhitungkan harga saham tertinggi yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah dipublikasikan melalui sistem e-IPO,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis, Senin (28/3/2022).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut Nyoman mengungkapkan, dari 32 perusahaan tersebut, terdapat anak usaha BUMN. Namun, dia tak menyebutkan namanya. Dia hanya menegaskan soal klasifikasi aset perusahaan yang berencana IPO dan listing di BEI tersebut. Dari 32 perusahaan, sebanyak 2 perusahaan di antaranya beraset kecil (di bawah Rp 50 miliar), 15 perusahaan dengan aset skala menengah (antara Rp 50-250 miliar), dan 15 perusahaan dengan aset skala besar (di atas Rp 250 miliar).

Berdasarkan sektornya, sebanyak 1 perusahaan dari sektor basic materials, 2 perusahaan dari sektor industrials, 2 perusahaan dari sektor transportation & logistic, 5 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 6 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 3 perusahaan dari sektor technology, 2 perusahaan dari sektor healthcare, 4 perusahaan dari sektor energy, 4 perusahaan dari sektor properties & real estate, dan 3 perusahaan dari sektor infrastructures.

Tahun ini, BEI optimistis penggalangan dana di pasar modal Indonesia masih bertumbuh dengan baik, yang ditunjang oleh keberlangsungan pemulihan ekonomi. “Berdasarkan data kami, beberapa indikator pasar modal seperti minat perusahaan yang akan melakukan penggalangan dana dan indeks harga saham gabungan (IHSG) menunjukkan pertumbuhan positif. Jumlah investor di pasar modal Indonesia juga mengalami tren yang meningkat,” papar Nyoman.

Sebagai informasi, unicorn terbesar di Indonesia, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah masuk pasar modal Indonesia. GOTO bersama dengan 5 perusahaan lainnya, yaitu PT WIR Asia Tbk (WIRG), PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO), PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), PT Murni Sadar Tbk (MTMH), dan PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) sedang dalam proses IPO saham melalui sistem e-IPO.

Informasi perusahaan-perusahaan tersebut telah dipublikasikan melalui laman e-IPO. “Tentunya hal ini diharapkan juga dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data KSEI, jumlah investor pasar modal per Februari 2022 telah mencapai 8,1 juta investor atau naik 8,2% dibandingkan Desember 2021,” ujar Nyoman.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 23 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 53 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia