Di depan GoTo, Grab, Maxim, Bos Blue Bird (BIRD) Minta Adanya Equal Playing Field ke DPR
JAKARTA, investor.id – PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengharapkan kepada pemerintah dan DPR agar dapat menciptakan equal playing field dalam berusaha.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Direktur BIRD Sigit Djokosoetono dalam rapat dengar pendapat umum Komisi V DPR dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Grab Teknologi Indonesia, BIRD, dan PT Teknologi Perdana Indonesia (Maxim). Rapat yang digelar pada Senin (28/3/2022) itu membahas penyusunan naskah akademik dan draf revisi RUU lalu lintas dan angkutan jalan.
Sigit Djokosoetono mengungkapkan, industri transportasi bergerak sangat cepat dalam lima tahun terakhir. Banyak bermunculan jasa layanan transportasi berbasis aplikasi seperti yang ditawarkan Gojek, Grab, dan Maxim.
Dia menekankan, sebagia perusahaan taksi yang sudah berusia 50 tahun, pihaknya siap beradaptasi tapi harus tetap didukung adanya equal playing field.
“Kami siap beradaptasi, tapi tentunya kami mengharapkan adanya equal playing field, tempat pertandingan yang bisa adil karena kami sebagai perusahaan taksi yang sudah 50 tahun berjalan tentunya kami mengikuti seluruh peraturan yang ada sehingga kami bisa beroperasi,” kata Sigit.
Dalam penerapan standar minimal keamanan dan kenyamanan pada layanan transportasi berbasis aplikasi, menurut dia, terkesan berbeda dengan yang diterapkan di BIRD.
“Dengan adanya perubahan-perubahan ini ada beberapa tadi disebutkan apakah bisa diizinkan standar seperti apa yang dilakukan. Salah satu contohnya pengemudi yang harus memiliki SIM umum karena kendaraan umum adalah SIM A Umum. Nah, itu sebagai salah satu standar minimum atau bagaimana yang bisa kita tentukan bersama. Pengemudi kami memiliki SIM umum dan itu melakukan salah satu standar,” terang Sigit.
Dia mengharapkan, adanya aturan standar minimum keselamatan dan kenyamanan. Perusahaan tentunya perlu mendapatkan suatu batas aturan mana yang disebut aman karena kalau tidak nanti setiap perusahaan akan menentukan tingkat keamanannya sendiri.
“Jadi sejak perusahaan berdiri, transportasi umum kami coba ikuti standar-standar tersebut,” terang Sigit.
Sigit menambahkan, standar itu ditentukan oleh pemerintah sehingga kehadiran pemerintah sangat diharapkan untuk bisa menentukan dan menghadirkan standar minimum seperti apa.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






