Kamis, 14 Mei 2026

Matahari (LPPF) Siap Bagikan Dividen Final Rp 250 per Saham

Penulis : Nabil Alfaruq
5 Apr 2022 | 16:42 WIB
BAGIKAN
Matahari Department Store (LPPF). (Foto: Perseroan)
Matahari Department Store (LPPF). (Foto: Perseroan)

JAKARTA,investor.id — PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan membagikan dividen final sebanyak Rp 250 per saham untuk tahun 2020. Aksi korporasi ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 5 April 2022.

Berdasarkan keterangan resmi, Selasa (5/4), perseroan sebelumnya telah membayarkan dividen interim sebesar Rp 100 per saham pada Desember 2021, sehingga total dividen final yang dibagikan untuk periode 2021 sebanyak Rp 350 per saham.

Manajemen Matahari Department Store menyampaikan, dividen final akan dibayarkan pada tanggal 6 Mei 2022. Para pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 18 April 2022 (recording date) berhak menerima pembayaran dividen. 

“Ke depan, manajemen merekomendasikan pembayaran dividen sebesar Rp 500 per saham untuk tahun penuh 2022 dan 2023,” jelas Manajemen Matahari Department Store.

ADVERTISEMENT

Selain itu, RUPST juga menyetujui laporan Direksi untuk tahun 2021, yang menyatakan laba bersih Matahari mencapai Rp 913 miliar untuk setahun penuh yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp 873 miliar pada tahun 2020, dan penjualan kotor sebesar Rp 10,3 triliun, 20% lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang didukung oleh kinerja perdagangan kuartal IV-202 dan inisiatif perseroan. 

Sebagai informasi, Matahari terus memperluas jaringan gerai dan membuka gerai baru di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta pada 31 Maret 2022. Gerai ini merupakan gerai pertama yang dibuka tahun ini dan merupakan gerai kelima di Yogyakarta. Pembukaan ini sejalan dengan rencana Matahari untuk mempercepat ekspansi dan pembukaan sembilan gerai baru lagi yang dijadwalkan di sisa tahun ini, tergantung pada situasi. 

Wakil Presiden Direktur dan CEO Matahari Terry O’Connor mengatakan, tahun 2021 menandai tahun transisi yang signifikan di Matahari. Perseroan baru-baru ini menyusun strategi multi-tahun yang ambisius untuk menempatkan perseroan di jalur pertumbuhan jangka panjang yang menguntungkan dan menciptakan nilai pemegang saham yang berkesinambungan. 

“Di tengah transformasi yang sedang berjalan, saya bangga dengan pencapaian tim kami sejauh ini, di tengah keadaan yang menantang, yang memungkinkan kami untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham. Kami optimistis dengan peluang bagi perbaikan situasi di pasar internasional lainnya yang sudah lebih maju dari Indonesia,” ujar dia.

Sebelumnya, perseroan telah mengumumkan perubahan harga pelaksanaan pembelian kembali atau buyback saham menjadi maksimum Rp 7.950 per saham dari sebelumnya Rp 4.700 per saham. Perubahan ini merupakan bagian dari aksi buyback saham yang diumumkan perusahaan pada 4 Februari 2022.

“Sehubungan dengan hal tersebut dengan membaiknya kinerja keuangan perseroan yang mengakibatkan peningkatan nilai saham perseroan, maka perseroan dengan ini menyampaikan perubahan informasi perkiraan batasan harga saham untuk pembelian kembali saham 2022,” jelas Manajemen Matahari Department Store dalam keterbukaan informasi.

Sebagaimana diketahui, perseroal melakukan buyback sampai 3 Mei 2022. Adapun, pembelian kembali saham dilakukan atas sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor dan ditempatkan atau maksimum sebanyak 262.614.878 saham. Matahari Department Store memperkirakan tidak ada dampak signifikan atas biaya buyback.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 39 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 50 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia