Menu
Sign in
@ Contact
Search
Livin by Mandiri jadi solusi finansial digital dalam satu aplikasi.

Livin by Mandiri jadi solusi finansial digital dalam satu aplikasi.

Fokus Garap UKM, Prospek Saham Bank Mandiri (BMRI) Direvisi Naik

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:41 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Keputusan manajemen PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk turut memfokuskan usahanya ke pasar segmen usaha kecil menengah (UKM) dan mendongkrak margin keuntungan bersih (NIM) akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perseroan. Strategi ini diharapkan mengerek naik NIM Bank Mandiri menjadi 5,2% dan CASA diperkirakan tetap kuat tahun depan.

Langkah tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham BMRI dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.500 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut juga mengimplikasikan perkiraan PBV tahun 2023 sebesar 2,1 kali.

Baca juga: Laba Lampaui Estimasi, Target Harga Saham Bank Mandiri (BMRI) Direvisi Naik!

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengungkapkan, Bank Mandiri mulai menggeser fokusnya dari korporasi ke segmen ritel, seperti komersial, UKM, mikro, dan anak usaha. Dua anak usaha perseroan untuk mendongkrak margin keuntungan adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Bank Mantap.

Perseroan, ungkap dia, mulai masuk melalui rantai pasok sejumlah perusahaan. Strategi ini diharapkan membuat kontribusi kredit non-korporasi meningkat menjadi 65,5% tahun 2023, dibandingkan periode hingga akhir Juni 2022 sekitar 64,1%.

Baca juga: Bank Mandiri Tepis Isu Akuisisi Bank Prima Master

Terkait CASA BMRI, dia memprediksi tetap kuat sampai paruh kedua tahun ini. Hal ini akan berimbas terhadap biaya dana (CoF) yang relatif rendah. Perseroan juga didukung masifnya penggunaan aplikasi Livin yang telah mencapai 12 juta pengguna dalam satu tahun setelah diluncurkan. Penambahan fitur pada aplikasi terus dilakukan untuk menarik banyak nasabah.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan peningkatan laba bersih BMRI menjadi Rp 34,89 triliun pada tahun ini dan menjadi Rp 39,66 triliun pada 2023 dibandingkan tahun lalu Rp 28,02 triliun. PPOP juga diharapkan meningkat menjadi Rp 67,67 triliun pada 2022 dan Rp 74,1 triliun pada 2023 dibandingkan tahun 2021 senilai Rp 57,98 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com