Jumat, 15 Mei 2026

Fokus Garap UKM, Prospek Saham Bank Mandiri (BMRI) Direvisi Naik

Penulis : Parluhutan Situmorang
11 Aug 2022 | 12:41 WIB
BAGIKAN
Livin by Mandiri jadi solusi finansial digital dalam satu aplikasi.
Livin by Mandiri jadi solusi finansial digital dalam satu aplikasi.

JAKARTA, investor.id - Keputusan manajemen PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk turut memfokuskan usahanya ke pasar segmen usaha kecil menengah (UKM) dan mendongkrak margin keuntungan bersih (NIM) akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perseroan. Strategi ini diharapkan mengerek naik NIM Bank Mandiri menjadi 5,2% dan CASA diperkirakan tetap kuat tahun depan.

Langkah tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham BMRI dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.500 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut juga mengimplikasikan perkiraan PBV tahun 2023 sebesar 2,1 kali.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengungkapkan, Bank Mandiri mulai menggeser fokusnya dari korporasi ke segmen ritel, seperti komersial, UKM, mikro, dan anak usaha. Dua anak usaha perseroan untuk mendongkrak margin keuntungan adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Bank Mantap.

ADVERTISEMENT

Perseroan, ungkap dia, mulai masuk melalui rantai pasok sejumlah perusahaan. Strategi ini diharapkan membuat kontribusi kredit non-korporasi meningkat menjadi 65,5% tahun 2023, dibandingkan periode hingga akhir Juni 2022 sekitar 64,1%.

Terkait CASA BMRI, dia memprediksi tetap kuat sampai paruh kedua tahun ini. Hal ini akan berimbas terhadap biaya dana (CoF) yang relatif rendah. Perseroan juga didukung masifnya penggunaan aplikasi Livin yang telah mencapai 12 juta pengguna dalam satu tahun setelah diluncurkan. Penambahan fitur pada aplikasi terus dilakukan untuk menarik banyak nasabah.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan peningkatan laba bersih BMRI menjadi Rp 34,89 triliun pada tahun ini dan menjadi Rp 39,66 triliun pada 2023 dibandingkan tahun lalu Rp 28,02 triliun. PPOP juga diharapkan meningkat menjadi Rp 67,67 triliun pada 2022 dan Rp 74,1 triliun pada 2023 dibandingkan tahun 2021 senilai Rp 57,98 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia