Jumat, 15 Mei 2026

Pilarmas: IHSG Melemah, Saham-saham Ini Potensi Cuan

Penulis : Indah Handayani
21 Sep 2022 | 07:30 WIB
BAGIKAN
Karyawan menggunakan ponsel di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR
Karyawan menggunakan ponsel di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi melemah terbatas pada perdagangan Rabu (21/9/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan dengan rentang 7.167 –7.280. Saham-saham ini potensi cuan, diantaranya ICBP dan KLBF.

Pada perdagangan Selasa (20/9/2022), IHSG ditutup menguat sebesar 1 poin (0,02%) ke level 7.196. Sektor teknologi dan Kesehatan bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 241,26 miliar. Saham-saham yang diborong asing adalah BMRI, UNVR, ADRO, SMGR, BBNI. BBRI, BBCA, SMGR, dan MEDC.

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, ditengah pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan oleh Jepang, inflasi negara tersebut lagi-lagi naik dari sebelumnya 2,6% menjadi 3,1%. Inflasi yang naik menuntut Bank Sentral Jepang untuk bereaksi. Inflasi Jepang meningkat ke laju tercepat dalam kurun waktu 3 dekade terakhir, belum termasuk distorsi mengenai kenaikkan pajak.

ADVERTISEMENT

“Kami masih tetap yakin, bahwa Gubenur Bank Jepang Haruhiko Kuroda belum akan mengubah kebijakannya pada pertemuan Bank Sentral Jepang pada hari Kamis mendatang. Pilarmas Investindo Sekuritas menilai tekad Kuroda inilah yang membuat Bank Sentral Jepang masih akan berseberangan dengan Bank Sentral dunia lainnya,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (21/9/2022).

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, tren proteksionisme berlanjut untuk komoditas unggulan India, yakni beras. Pemerintah India melarang ekspor beras dan mengenakan pajak ekspor sebesar 20% untuk beberapa jenis beras yang berlaku mulai 9 September lalu. Pasalnya, profil India sebagai produsen utama beras global yang berkontribusi sebesar 40% beras global ke level dari 150 negara. Indonesia sendiri masuk dalam jajaran negara pengimpor beras di mana pada 2021 total yang diimpor sebesar 407,74 ribu ton. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 356,28 ribu ton.

Meski secara volume impor beras mengalami kenaikan, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, nilainya mengalami penurunan sebesar US$ 195,40 miliar menjadi US$ 183,80 miliar pada 2021. Hal tersebut memberikan ekspektasi bahwa adanya penurunan volume impor pada 2022. Sesuatu yang juga kami lihat dapat memicu inflasi pangan. Nomura turut melaporkan bahwa Indonesia berpotensi terdampak kebijakan tersebut mengingat sekitar 2,1% pasokannya berasal dari India. Sementara, dengan aksi proteksionisme tersebut, produsen utama setelah India berpotensi diuntungkan dengan adanya pengalihan demand.

“Apabila inflasi pangan meningkat yang mana kontribusinya sebesar 15% terhadap CPI, maka situasi tersebut turut memberikan tekanan terhadap BI dalam menentukan keputusan kebijakan moneternya,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham-saham pilihan potensi cuan pada perdagangan hari ini. Saham-saham pilihan tersebut adalah ICBP, HRUM, SMGR, ASRI, KLBF. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia