Pilarmas: IHSG Melemah, Pantau Lima Saham Potensi Melaju di Awal Pekan
JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi melemah terbatas pada Senin (26/9/2022). IHSG hari ini bakal diperdagangkan pada rentang 7.133 – 7.270. Pantau lima saham potensi cuan di awal pekan, diantaranya INDY hingga BBTN.
“Perhatikan level 7.100, karena akan menjadi support secara psikis. Ada peluang untuk mengalami kenaikkan, namun tergantung ekspektasi pasar,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (26/9/2022).
Pada perdagangan Jumat (23/9/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 40 poin (0,56%) ke level 7.178. Sektor energi, properti & real estate, industri, teknologi, konsumen non primer, bahan baku, keuangan, infrastruktur, Kesehatan bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG.
Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, Inggris memberikan pemotongan pajak terbesarnya sejak 1972, dimana hal ini tentu saja memangkas retribusi rumah tangga dan perusahaan besar sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, di satu sisi akan menjadi sebuah langkah yang akan mendorong aksi jual di pasar secara besar besaran.
Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, sebetulnya cukup khawatir dengan pemotongan pajak tersebut, karena saat ini Bank Sentral Inggris tengah berupaya untuk mencoba mengendalikan inflasi. Apabila pemotongan tersebut dilakukan, tentu akan memberikan kekuatan yang lebih besar bagi inflasi untuk mengalami kenaikkan.
“Hal ini tentu saja akan mendorong Bank Sentral Inggris kembali menaikkan tingkat suku bunganya pada bulan November nanti, yang dimana ada kemungkinan kenaikkan Bank Sentral Inggris akan menjadi kenaikkan paling tinggi sejak tahun 1989,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (26/9/2022).
Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, saat dunia fokus pada lithium, nikel, kobalt dan baja sebagai komponen yang digunakan dalam baterai, logam tembaga dinilai juga dapat digunakan sebagai penghantar listrik yang juga menjadi salah satu kunci dari energi hijau. Jutaan feet kabel tembaga akan sangat penting untuk memperkuat jaringan listrik. Kendaraan listrik menggunakan tembaga dua kali lebih banyak daripada kendaraan bertenaga bensin. S&P global memperkirakan permintaan logam tembaga berpotensi meningkat menjadi 50 juta ton per tahunnya pada 2035 dengan momentum transisi ke kendaraan bertenaga listrik.
“Di tengah prospek perlambatan ekonomi, tren harga tembaga terus mengalami penurunan dan saat ini diperdagangkan di level US$ 3,4 per Pound,” papar Pilarmas Investindo Sekuritas.
Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham-saham pilihan untuk dipantau pada perdagangan hari ini, yaitu INDY, MEDC, MDKA, PGAS, BBTN.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






