Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang pengunjung memperhatikan pergerakan indeks di BEI, Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Seorang pengunjung memperhatikan pergerakan indeks di BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pilarmas: IHSG Melemah, Pantau Lima Saham Potensi Melaju di Awal Pekan

Senin, 26 September 2022 | 07:20 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi melemah terbatas pada Senin (26/9/2022). IHSG hari ini bakal diperdagangkan pada rentang 7.133 – 7.270. Pantau lima saham potensi cuan di awal pekan, diantaranya INDY hingga BBTN.

“Perhatikan level 7.100, karena akan menjadi support secara psikis. Ada peluang untuk mengalami kenaikkan, namun tergantung ekspektasi pasar,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (26/9/2022).

Pada perdagangan Jumat (23/9/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 40 poin (0,56%) ke level 7.178. Sektor energi, properti & real estate, industri, teknologi, konsumen non primer, bahan baku, keuangan, infrastruktur, Kesehatan bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG.

Baca juga: Phintraco Sekuritas: IHSG Sideways, Perhatikan Saham-saham Energi

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, Inggris memberikan pemotongan pajak terbesarnya sejak 1972, dimana hal ini tentu saja memangkas retribusi rumah tangga dan perusahaan besar sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, di satu sisi akan menjadi sebuah langkah yang akan mendorong aksi jual di pasar secara besar besaran.

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, sebetulnya cukup khawatir dengan pemotongan pajak tersebut, karena saat ini Bank Sentral Inggris tengah berupaya untuk mencoba mengendalikan inflasi. Apabila pemotongan tersebut dilakukan, tentu akan memberikan kekuatan yang lebih besar bagi inflasi untuk mengalami kenaikkan.

Baca juga: Artha Sekuritas: IHSG Menguat, Cermati WIIM Hingga TBIG

“Hal ini tentu saja akan mendorong Bank Sentral Inggris kembali menaikkan tingkat suku bunganya pada bulan November nanti, yang dimana ada kemungkinan kenaikkan Bank Sentral Inggris akan menjadi kenaikkan paling tinggi sejak tahun 1989,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (26/9/2022).

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, saat dunia fokus pada lithium, nikel, kobalt dan baja sebagai komponen yang digunakan dalam baterai, logam tembaga dinilai juga dapat digunakan sebagai penghantar listrik yang juga menjadi salah satu kunci dari energi hijau. Jutaan feet kabel tembaga akan sangat penting untuk memperkuat jaringan listrik. Kendaraan listrik menggunakan tembaga dua kali lebih banyak daripada kendaraan bertenaga bensin. S&P global memperkirakan permintaan logam tembaga berpotensi meningkat menjadi 50 juta ton per tahunnya pada 2035 dengan momentum transisi ke kendaraan bertenaga listrik.

Baca juga: Yugen: IHSG Menguat, Ini Menu Saham Pilihannya

“Di tengah prospek perlambatan ekonomi, tren harga tembaga terus mengalami penurunan dan saat ini diperdagangkan di level US$ 3,4 per Pound,” papar Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham-saham pilihan untuk dipantau pada perdagangan hari ini, yaitu INDY, MEDC, MDKA, PGAS, BBTN.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com