Investor Baru Mau Masuk BUMI Lewat Private Placement Rp 24 T, Grup Bakrie Tetap Pengendali?
JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement.
Perseroan dan calon investor barunya telah sepakat dalam menentukan harga pelaksanaan private placement Rp 120 per saham. Adapun tanggal pelaksanaannya diperkirakan terjadi pada 18 Oktober 2022.
Baca Juga:
BUMI Mau Merdeka dari UtangBursa Efek Indonesia (BEI) ternyata meminta penjelasan lebih lanjut mengenai rencana aksi korporasi BUMI ini. Hal itu terungkap dari keterbukaan informasi BUMI dalam menjawab permintaan penjelasan BEI.
Salah satu yang disinggung BEI perihal siapa yang akan menjadi pengendali nantinya mengingat kepemilikan pemodal baru pada BUMI setelah private placement menjadi sebesar 58,8%.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava menjelaskan bahwa tidak terdapat perubahan pengendali di perseroan.
“Kelompok usaha Bakrie tetap akan menjadi pengendali perseroan,” terang Dileep dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (27/9/2022).
Sebagaimana diketahui, Bumi Resources akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 Oktober 2022.
Mata acara RUPSLB adalah persetujuan atas rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement dalam rangka perbaikan posisi keuangan.
Bumi Resources bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 200 miliar saham biasa seri C tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.
Dalam keterbukaan informasi perseroan pada awal September 2022 dijelaskan bahwa perseroan telah menetapkan bahwa harga pelaksanaan adalah Rp 120 per saham sehingga nilai dari private placement ini sebesar Rp 24 triliun atau setara dengan sebesar-besarnya US$ 1,6 miliar pada kurs tukar Rp 15.000/USD yang telah disepakati antara perseroan dan pemodal.
Pemodal sendiri disebut memiliki hubungan afiliasi dengan BUMI, karena pemodal merupakan pihak terafiliasi dari pemegang saham pengendali perseroan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler






