Rupiah Diprediksi Tak Kuat Bertahan di Zona Hijau, Ini Alasannya
JAKARTA, investor.id – Meski berhasil dibuka di zona hijau pada pembukaan Kamis (29/9/2022) pagi ini, rupiah diprediksi akan ditutup melemah terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg pukul 10.00 WIB, rupiah naik 27,5 poin atau 0,18% dan berada di Rp 15.239 per dolar AS.
Analis pasar uang dari Monex Investindo Futures Faisal mengatakan, rupiah mungkin pagi ini dapat bergerak turun dalam jangka pendek karena terhentinya penguatan dolar AS seiring pesimisnya data AS dan keputusan BOE yang melakukan intervensi terhadap pelemahan poundsterling.
“Namun mungkin turunnya agak terbatas karena masih terjaganya prospek kenaikan suku bunga AS dan perang Rusia - Ukraina, range kemungkinan di antara 15.150 – 15.280,” ujarnya kepada Investor Daily, Kamis (29/9/2022).
Meski begitu, rupiah diproyeksikan tidak mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan hari ini.
“Saya rasa masih berat untuk menguat tajam karena prospek rate hike AS dan geopolitik, belum lagi ancaman resesi global,” kata Faisal.
Setelah jatuh sebelumnya, pounds menguat terhadap dolar pada hari Rabu menyusul pembelian obligasi pemerintah Inggris oleh Bank of England (BOE), membiarkan beberapa angin keluar dari kemajuan greenback secara luas setelah menyentuh level 20- tahun tinggi.
BoE mengatakan menerima penawaran senilai 2,587 miliar pound ($ 2,78 miliar) dalam operasi pembelian kembali obligasi pertamanya yang bertujuan untuk menstabilkan pasar, dan hanya menerima senilai 1,025 miliar pounds. Bank sentral telah berkomitmen untuk membeli sebanyak mungkin obligasi pemerintah jangka panjang, yang dikenal sebagai gilt, sesuai kebutuhan antara Rabu dan 14 Oktober.
Saat pasar mencoba mencerna apa arti pergerakan pounds, mata uang ini mengalami whipsaw selama sesi Rabu, melompat setinggi $1,09165 dan jatuh serendah $ 1,05390. Itu terakhir naik 1,51% pada $ 1,08921.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






