Rupiah Pekan Ini Diprediksi Lanjutkan Pelemahan
JAKARTA, Investor.id - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepekan ini diprediksi melemah cenderung stagnan, melanjutkan pelemahan rupiah pekan lalu yang berada di level Rp 15.427.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi, pergerakan mata uang Indonesia ini berada di rentang Rp 15.350 - Rp 15.450. Faktor utamanya masih berasal dari sentimen inflasi di Amerika Seriakat (AS).
"Harga (Rupiah) masih melemah, ini masih tentang inflasi di Amerika yang tidak sesuai ekspektasi yang kemungkinan besar bank sentral akan menaikan suku bunga kemungkinan 75 bsp (basis poin). Di sisi lain, Inggris pada Jumat kemarin sudah menghentikan pembelian obligasi. Ini yang membuat Rupiah kembali menguat kemungkinan besar di Rp 15.450-an pada Senin (17/10)," ujar Ibrahim di Jakarta.
Prediksi itu dilatarbelakangi fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kuat sehingga bisa menahan pelemahan Rupiah. Ibrahim menambahkan, Bank Indonesia (BI) juga bisa membantu dengan mempertahankan ringan suku bunga acuan yang diyakini akan direspons positif oleh pasar.
"BI sebaiknya tidak menaikan suku bunga kemarin sudah menaikkan suku bunga 75 bsp itu sudah cukup luar biasa," imbuh dia.
Ekonom dan praktisi pasar modal Lucky Bayu Purnomo justru memperkirakan pelemahan Rupiah yang lebih dalam. Ia menyebutkan, target terendah nilai tukar rupiah berada pada level Rp 15.490 per dolar AS dalam jangka pendek, dengan target tertinggi di angka Rp 15.600 per dolar AS. Prediksi tersebut dilatarbelakangi sejarah nilai tukar Rupiah yang pernah menguji level Rp 15.600 sebelumnya.
Capaian tersebut disertai harga minyak mentah yang melemah. Indeks dolar AS cenderung menguat, sedangkan pasar komoditas cenderung melemah sehingga investor memperhatikan pasar uang dibandingkan komoditas menyebabkan masih arus yang masuk masih ada di currency.
"BI harus melakukan satu strategi hedging atau lindung nilai. Itu akan baik karena kenaikan ini akan bersifat temporer tapi dapat dimanfaatkan. Strateginya dengan lindung nilai, memperhatikan currency swap atau perpindahan mata uang dengan mata uang yang berhubungan dengan dolar AS untuk mendapat selisih kurs valas," ujar Lucky.
Baca Juga:
Didukung Sentimen Kenaikan Penjualan dan Dividen Interim, Begini Prospek Saham Sido Muncul (SIDO)Dihubungi terpisah, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda memproyeksikan mata uang garuda masih berada di kisaran Rp 15.400-an atau stagnan dalam sepekan. "Dengan faktor paling menentukan adalah langkah the fed dan BI dalam menentukan suku bunga acuan. Jika the Fed terus menaikkan suku bunga, bisa jadi Rupiah akan ambrol," terangnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






