Jumat, 15 Mei 2026

Dolar AS Merosot, Rupiah Berhasil Balik Arah ke Posisi Rp 15.468 per Dolar AS

Penulis : Lona Olavia
18 Okt 2022 | 09:13 WIB
BAGIKAN
Rupiah Berpotensi Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Acuan AS. 
Sumber : Antara
Rupiah Berpotensi Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Acuan AS. Sumber : Antara

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 20 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp15.468 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.488 per dolar AS.

Sedangkan, dolar AS merosot terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya dan sterling melonjak pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah menteri keuangan baru Inggris membuang sebagian besar "anggaran mini" pemerintah, sementara laba yang lebih baik dari perkiraan dari Bank of America membantu meningkatkan selera risiko.

Investor juga fokus pada apakah Bank Sentral Jepang (BoJ) akan melakukan intervensi karena mata uang Jepang jatuh ke level terlemahnya terhadap dolar dalam 32 tahun.

ADVERTISEMENT

Jeremy Hunt, yang ditunjuk sebagai Menteri Keuangan oleh Perdana Menteri Liz Truss pada Jumat (14/10/2022), membalikkan petak "anggaran mini" 45 miliar pound sterling yang memicu gejolak pasar dimana pound mencapai rekor terendah dan Bank Sentral Inggris (BoE) terpaksa melakukan intervensi.

"Pound telah menjadi pendorong pasar valas sejauh bulan ini, dan perubahan besar yang diumumkan pemerintah Inggris telah memulihkan kepercayaan pada pound dan mengeluarkan tawaran pada dolar AS," kata Kepala Analis Mata Uang ForexLive, Adam Button.

Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex Marc Chandler mengatakan kemungkinan pound mencapai rekor terendah 1,0327 dolar yang dicapai pada 26 September, disebutnya "berlebihan."

Sentimen risiko juga membaik setelah Bank of America melaporkan penurunan laba kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan dan mengatakan bahwa pengeluaran klien konsumen AS tetap kuat, sekalipun melambat.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya turun 0,82 persen menjadi 112,11. Indeks bertahan sedikit di bawah tertinggi 20 tahun di 114,78 yang dicapai pada 28 September.

Kenaikan suku bunga Federal Reserve yang cepat telah berkontribusi pada penguatan dolar, tetapi itu mungkin mereda begitu bank sentral AS mencapai titik menghentikan kenaikan, Presiden The Fed St. Louis James Bullard mengatakan pada Sabtu (15/10/2022).

Euro menguat 1,19 persen terhadap greenback menjadi 0,9838 dolar, tertinggi sejak 6 Oktober.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia