Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Masih Terjebak di Zona Merah, Besok Diprediksi Bisa Bangkit Seiring Pengumuman BI

Penulis : Lona Olavia
19 Okt 2022 | 15:34 WIB
BAGIKAN
Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan pecahan uang Rupiah di tempat jasa penukaran uang di Kwitang, Jakarta Pusat.
Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan pecahan uang Rupiah di tempat jasa penukaran uang di Kwitang, Jakarta Pusat.

JAKARTA, investor.id -  Ditengah-tengah kesuraman ekonomi dunia akibat krisis keuangan, pangan, dan energi yang terjadi saat ini dan ditambah dengan tekanan inflasi yang tinggi sehingga bank sentral global melakukan pengetatan menjadikan dunia dibayangi dengan ancaman resesi.

Dengan adanya ketidakpastian yang terutama diakibatkan oleh The Perfect Storm, sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2023 berada pada kisaran 2,3 persen -2,9 persen. Proyeksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun 2022 yang berada pada kisaran 2,8 persen-3,2 persen.

Meski begitu, saat gejolak terjadi Indonesia menjadi titik terang di tengah-tengah kesuraman ekonomi dunia. Titik terang tersebut bisa menambah tingkat kepercayaan pemimpin dunia terhadap perekonomian Indonesia dan ini bisa dibuktikan dari data neraca perdagangan Indonesia (NPI) di bulan September 2022 yang kembali surplus sebesar US$4,99 miliar pada September 2022, meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$5,71 miliar. Sehingga kepercayaan global akan semakin baik. Dan ini bisa membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga 2022.

ADVERTISEMENT

Walaupun kondisi ekonomi Indonesia kemungkinan akan membaik, namun semua pihak untuk tetap berhati-hati dalam menyikapinya dan tetap waspada bahwa resesi di depan mata masih ada.

"Kita wajib bersyukur karena pertumbuhan ekonomi kita masih di angka 5,44 persen dan saya masih meyakini di kuartal ketiga ini masih akan tumbuh di atas 5 persen, atau di atas 5,4 persen," ungkap Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Rabu (19/10/2022).

Adapun, dalam perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 34 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 40 poin di level Rp 15.498 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.464.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup menguat tipis di rentang  Rp. 15.470 - Rp. 15.540,” kata Ibrahim.

Sedangkan, dolar AS naik lebih tinggi, memantul dari level terendah dua minggu, setelah inflasi Inggris melonjak ke level tertinggi 40 tahun dan serangkaian komentar hawkish dari pejabat Fed.

Inflasi Inggris meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan September, dengan indeks harga konsumen naik menjadi 10,1% pada basis tahunan, menyamai level tertinggi 40 tahun yang dicapai pada bulan Juli.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia