Jumat, 15 Mei 2026

Dolar AS Masih Menguat, Rupiah Masih Merah Jelang Pengumuman BI Siang Ini

Penulis : Lona Olavia
20 Okt 2022 | 09:24 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi uang. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)
Ilustrasi uang. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

JAKARTA, investor.id- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi melemah 77 poin atau 0,5 persen ke posisi Rp15.575 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.498 per dolar AS. Pelaku pasar masih menunggu hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia siang ini.

Sementara itu, dolar AS melambung dari posisi terendah dua Minggu pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10 tahun naik ke level tertinggi 14 tahun, sementara sterling melemah setelah inflasi harga konsumen Inggris yang lebih panas dari perkiraan memicu kekhawatiran tentang resesi yang lebih dalam.

Greenback mencapai puncak 32 tahun terhadap yen, mendekati level 150 di mana beberapa pedagang berpikir bank sentral Jepang (BoJ) dan Kementerian Keuangan mungkin melakukan intervensi.

ADVERTISEMENT

Imbal hasil obligasi pemerintah melanjutkan perjalanan mereka lebih tinggi karena investor mempertahankan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan terus secara agresif menaikkan suku bunga untuk menurunkan inflasi yang melonjak, meningkatkan permintaan untuk mata uang AS.

Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi ketika bertemu pada 1-2 November, dengan tambahan 50 atau 75 basis poin kemungkinan kenaikan juga pada Desember.

Masih terlalu dini untuk mencoba melemahkan dolar, kata Mazen Issa, ahli strategi valuta asing senior di TD Securities. Dolar kemungkinan akan terus meningkat sampai momentum inflasi inti menjadi moderat dan The Fed beralih ke sikap yang kurang hawkish, dan "kemungkinan tidak dalam jangka pendek".

Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada Rabu (19/10/2022) bahwa permintaan pasar kerja tetap kuat dan tekanan inflasi yang mendasari mungkin belum mencapai puncaknya.

Beige Book The Fed pada Rabu (19/10/2022) menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi AS berkembang moderat dalam beberapa pekan terakhir, meskipun datar di beberapa daerah dan menurun di beberapa daerah lain, dalam sebuah laporan yang menunjukkan perusahaan tumbuh lebih pesimis tentang prospek.

Indeks dolar naik 0,88 persen terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya menjadi 112,92. Euro turun 0,95 persen menjadi 0,9771 dolar.

Pound Inggris jatuh 1,02 persen menjadi 1,1210 dolar setelah data menunjukkan bahwa inflasi harga konsumen tahunan Inggris naik tipis menjadi 10,1 persen pada September, memanas lebih dari yang diharapkan dan kembali ke level tertinggi 40 tahun pada Juli.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia