Kamis, 14 Mei 2026

Di Tengah Turbulensi Ekonomi, Laba BNI (BBNI) Melesat 76,8%

Penulis : Nida Sahara
24 Okt 2022 | 16:44 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar saat konferensi pers kinerja BNI Kuartal III-2022, Senin (24/10/2022). (Foto: Investor Daily/Nida Sahara)
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar saat konferensi pers kinerja BNI Kuartal III-2022, Senin (24/10/2022). (Foto: Investor Daily/Nida Sahara)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus membukukan kinerja yang solid hingga kuartal III-2022, sehingga dapat memperkuat fondasi perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan. Sampai dengan September 2022, laba bersih BBNI tumbuh 76,8% secara year on year (yoy) mencapai Rp 13,7 triliun.

Pertumbuhan laba yang sehat ini tetap dapat dicapai meskipun perseroan menerapkan strategi fungsi intermediasi selektif. “Kami sangat bersyukur sampai dengan kuartal ketiga 2022 ini, kami dapat konsisten membukukan kinerja yang solid di tengah berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik,” kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam konferensi pers, Senin (24/10/2022).

BNI mencatatkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 5,2% (yoy) menjadi Rp 30,2 triliun. Non interest income juga tumbuh baik mencapai 7,8% (yoy) menjadi Rp 11 triliun, yang didorong oleh transaksi digital dan fee dari bisnis sindikasi, sehingga BNI mencetak pendapatan operasional sebelum pencadangan atau pre-provisioning operating profit (PPOP) sebesar Rp 25,8 triliun atau meningkat 9,7% (yoy). 

ADVERTISEMENT

Dia berpendapat, kondisi eksternal di kuartal III ini tergolong menantang dipicu oleh eskalasi tensi geopolitik sehingga menciptakan sejumlah risiko baru di tengah efek pandemi Covid-19 mulai mereda. 

Ketegangan geopolitik telah mengganggu rantai pasok sehingga menyebabkan lonjakan harga komoditas energi dan pangan global. Hal ini pun berdampak pada meningkatnya laju inflasi yang kemudian diikuti pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara. Tren ini berpotensi menyebabkan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi.

“Tentunya kami akan terus berupaya untuk menjaga kinerja perseroan agar tetap sustain sehingga dapat membantu pemerintah melanjutkan tren pemulihan ekonomi serta tetap memberikan imbal hasil investasi kepada pemegang saham,” kata Royke. 

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 40 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 51 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia