Target Harga Saham BNI (BBNI) Direvisi Naik, Begini Pertimbangannya
JAKARTA, Investor.id - Target harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) direvisi naik dari Rp 10.700 menjadi Rp 11.500. Sedangkan laba bersih tahun 2023 diproyeksikan meningka menjadi Rp 21,6 triliun, dibandingkan proyeksi tahun 2022 senilai Rp 18,15 triliun.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengatakan, margin keuntungan (net interest margin/NIM) BBNI diperkirakan bisa menyentuh level 4,7% tahun 2022 atau setara dengan peningkatan asset yields sebesar 20 bps menjadi 6,3%. “Peningkatan keuntungan perseroan diprediksi berasal dari segmen pasar risiko rendah,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
BRI Danareksa Sekuritas memberikan beberapa faktor pendongkrak NIM perseroan menjadi 4,7% tahun 2023, yaitu perseroan fokus penyaluran kredit segmen top tier korporasi, program KUR, dan kredit pay roll. Pertumbuhan juga didukung ekspektasi peningkatan simpanan nasah mencapai 5,6%. Pertumbuhan kredit diprediksi mencapai 8,6% pada 2023.
“Kami juga memperkirakan bahwa perseroan mampu untuk menaikkan suku bunga beberapa kredit korporasi yang akan mendukung peningkatan margin keuntungan,” tulisnya.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan bahwa rasio dividen BNI diperkirakan bakal lebih tinggi untuk tahun buku 2022 setara dengan 40%, dibandingkan rasio dividen selama ini mencapai 25%. Hal ini akan berimbas terhadap yield dividen bisa naik dari 2,6% menjadi 4,2%.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih BNI menjadi Rp 21,58 triliun pada 2023, dibandingkan perkiraan tahun 2022 sekitar Rp 18,15 triliun. PPOP perseroan juga diprediksi meningkat menjadi Rp 37,80 triliun pada 2023, dibandingkan proyeksi tahun 2022 senilai Rp 34,55 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






