Kamis, 14 Mei 2026

Target Harga Saham BNI (BBNI) Direvisi Naik, Begini Pertimbangannya

Penulis : Parluhutan Situmorang
18 Nov 2022 | 08:15 WIB
BAGIKAN
Bank Negara Indonesia (BBNI) atau BNI. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Bank Negara Indonesia (BBNI) atau BNI. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, Investor.id - Target harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) direvisi naik dari Rp 10.700 menjadi Rp 11.500. Sedangkan laba bersih tahun 2023 diproyeksikan meningka menjadi Rp 21,6 triliun, dibandingkan proyeksi tahun 2022 senilai Rp 18,15 triliun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengatakan, margin keuntungan (net interest margin/NIM) BBNI diperkirakan bisa menyentuh level 4,7% tahun 2022 atau setara dengan peningkatan asset yields sebesar 20 bps menjadi 6,3%. “Peningkatan keuntungan perseroan diprediksi berasal dari segmen pasar risiko rendah,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

BRI Danareksa Sekuritas memberikan beberapa faktor pendongkrak NIM perseroan menjadi 4,7% tahun 2023, yaitu perseroan fokus penyaluran kredit segmen top tier korporasi, program KUR, dan kredit pay roll. Pertumbuhan juga didukung ekspektasi peningkatan simpanan nasah mencapai 5,6%. Pertumbuhan kredit diprediksi mencapai 8,6% pada 2023.

ADVERTISEMENT

“Kami juga memperkirakan bahwa perseroan mampu untuk menaikkan suku bunga beberapa kredit korporasi yang akan mendukung peningkatan margin keuntungan,” tulisnya.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan bahwa rasio dividen BNI diperkirakan bakal lebih tinggi untuk tahun buku 2022 setara dengan 40%, dibandingkan rasio dividen selama ini mencapai 25%. Hal ini akan berimbas terhadap yield dividen bisa naik dari 2,6% menjadi 4,2%.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih BNI menjadi Rp 21,58 triliun pada 2023, dibandingkan perkiraan tahun 2022 sekitar Rp 18,15 triliun. PPOP perseroan juga diprediksi meningkat menjadi Rp 37,80 triliun pada 2023, dibandingkan proyeksi tahun 2022 senilai Rp 34,55 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 40 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 51 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia