Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah Dipengaruhi Demonstrasi di Tiongkok dan Komentar Fed

Penulis : Grace El Dora
29 Nov 2022 | 11:11 WIB
BAGIKAN
Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan pecahan uang Rupiah di tempat jasa penukaran uang di Kwitang, Jakarta Pusat. (Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)
Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan pecahan uang Rupiah di tempat jasa penukaran uang di Kwitang, Jakarta Pusat. (Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (29/11) pagi melemah, dipengaruhi demonstrasi di Tiongkok dan komentar pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS).

Rupiah pagi ini melemah delapan poin atau 0,05% ke posisi Rp 15.730 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.722 per dolar AS.

“Rupiah masih berpeluang tertekan hari ini terhadap dolar AS,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, Selasa.

ADVERTISEMENT

Ariston menyampaikan beberapa faktor atau sentimen yang masih menekan rupiah. Salah satunya demonstrasi besar-besaran di Tiongkok yang bisa mengganggu perekonomian negara itu dan berdampak negatif ke perekonomian negara lain yang terkait erat dengan perekonomian Tiongkok.

“Selain itu kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve (Fed) untuk menekan turun inflasi AS, memicu penguatan dolar AS,” ujar Ariston.

Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan pada Senin (28/11) bahwa bank sentral perlu menaikkan suku bunga sedikit lebih jauh, untuk mendapatkan kendali inflasi dan menurunkan kembali menuju target bank sentral 2%.

Dalam wawancara dengan MarketWatch, Bullard mengatakan pasar keuangan meremehkan kemungkinan regulator perlu lebih agresif tahun depan dalam menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi.

Di tempat lain Presiden Fed New York John Williams mengatakan dalam pidatonya di Economic Club of New York bahwa para regulator memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengekang inflasi yang masih terlalu tinggi.

Sementara itu, pelemahan rupiah juga dipengaruhi permintaan dolar AS yang biasanya tinggi menjelang akhir tahun untuk kegiatan korporasi seperti pembayaran utang.

“Permintaan yang tinggi sementara suplai tidak bertambah bisa mendorong penguatan dolar AS,” kata Ariston.

Ia memperkirakan hari ini rupiah berpeluang melemah ke kisaran Rp 15.750 hingga Rp 15.780 per dolar AS, dengan potensi penguatan di kisaran Rp 15.680 hingga Rp 15.700 per dolar AS.

Pada Senin, rupiah ditutup melemah 55 poin atau 0,35% ke posisi Rp 15.728 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.673 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia