Rupiah Melemah Seiring Berkurangnya Kepemilikan Asing di SBN
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (29/11) sore melemah, seiring berkurangnya kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN).
Rupiah ditutup melemah 21 poin atau 0,13% ke posisi Rp 15.743 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.722 per dolar AS.
Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah didorong oleh sejumlah sentimen eksternal.
“Sentimen negatif internal masih menekan rupiah, dengan kepemilikan SBN pada investor asing tinggal 14%, turun dari tingkat tertinggi yang hampir mencapai 40% di 2019,” ujar Lukman, Selasa.
Selain itu, lanjut Lukman, investor juga mengantisipasi pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada Rabu (30/11). Bank sentral AS itu diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan tambahan 50 basis poin (bps) ketika bertemu pada 13-14 Desember mendatang.
Lukman menambahkan investor saat ini juga fokus pada perkembangan Covid-19 di Tiongkok. “Pelaku pasar mengantisipasi pemerintah Tiongkok akan mulai melonggarkan zero Covid policy mereka, yang memicu risk on sentimen dan melemahkan dolar AS,” jelasnya.
Baca Juga:
Rupiah Masih Oke, Ojo Dibandingke...Dolar AS, yang menguat di sesi sebelumnya karena meningkatnya kekhawatiran atas situasi Covid-19 Tiongkok, memangkas beberapa kenaikan semalam dan bergerak lebih rendah secara luas.Saat ini timbul harapan adanya potensi pelonggaran dalam pembatasan pandemi ketat di negara itu, setelah episode kerusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pernyataan dari pemerintah Tiongkok mengatakan para ahli dari Komisi Kesehatan Nasional dan dua lembaga lain yang terlibat dalam pengendalian dan pencegahan penyakit berbicara pada konferensi pers Covid-19 pada Selasa pukul 15.00 waktu setempat.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 15.726 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.715 per dolar AS hingga Rp 15.747 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp 15.737 per dolar AS, dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 15.729 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






