Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menguat Didukung Sinyal Kenaikan Bunga Fed yang Moderat

Penulis : Grace El Dora
2 Des 2022 | 20:14 WIB
BAGIKAN
Rupiah. (Foto: ANTARA/Shutterstock)
Rupiah. (Foto: ANTARA/Shutterstock)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (2/12) menguat, didukung sinyal kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) yang lebih moderat di Amerika Serikat (AS).

Rupiah ditutup menguat 137 poin atau 0,88% ke posisi Rp 15.426 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.563 per dolar AS.

“Untuk hari ini sentimen terhadap USD dipengaruhi oleh pernyataan (Gubernur Fed) Jerome Powell yang berencana untuk memoderasi laju kenaikan nilai suku bunga. Imbasnya indeks dolar tertekan dan ini memberikan angin untuk rupiah,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama, Jumat.

ADVERTISEMENT

Powell dalam pidatonya pekan ini kembali mengukuhkan niat bank sentral AS itu untuk menurunkan laju tingkat suku bunga acuan yang sedang berjalan.

Sebelumnya, Fed menaikkan tingkat suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) pada empat pertemuan terakhir dan sudah menaikkan tingkat suku bunga sebesar total 3,75% di tahun ini saja.

Powell menyebutkan masih akan menaikkan suku bunga acuan hingga dapat menekan turun inflasi di AS, tetapi menghindari kenaikan suku bunga secara agresif seperti yang sudah terjadi.

“Kondisi ekonomi yang positif juga menjadi fundamental yang baik untuk pergerakan mata uang rupiah,” ujar Revandra.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi November 2022 mencapai 0,09% dibanding bulan sebelumnya (month to month/ mtm), yang disumbang kenaikan harga telur ayam ras dengan andil 0,02%.

Dengan inflasi 0,09% (mtm) pada bulan lalu, inflasi tahunan mencapai 5,42% dibanding periode sama tahun lalu (year on year/ YoY) dan dibanding Desember 2021 mencapai 4,82% (year to date/ ytd).

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp 15.421 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.405 per dolar AS hingga Rp 15.440 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp 15.429 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 15.617 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia