Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Terus Menguat Seiring Ekspektasi Fed Kendurkan Suku Bunga

Penulis : Grace El Dora
5 Des 2022 | 10:40 WIB
BAGIKAN
Teller memegang mata uang dolar AS dan rupiah di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Subur Atmamihardja/wsj/foc)
Teller memegang mata uang dolar AS dan rupiah di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Subur Atmamihardja/wsj/foc)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta terus menguat pada Senin (5/12). Penguatan ini seiring ekspektasi pelaku pasar bahwa Federal Reserve (Fed) akan mengendurkan kenaikan suku bunga.

Rupiah pagi ini menguat 38 poin atau 0,25% ke posisi Rp 15.388 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.426 per dolar AS.

“Rupiah masih berpeluang menguat hari ini terhadap dolar AS. Pasar masih mempercayai The Fed akan mengendurkan kenaikan suku bunga acuannya ke depan,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra, Senin.

ADVERTISEMENT

Apalagi, lanjut Ariston, banyak analis memperkirakan resesi akan melanda perekonomian AS. Situasi itu akan mendorong Fed untuk tidak memberlakukan kebijakan moneter yang sangat ketat.

Selain itu, sikap pemerintah Tiongkok yang melonggarkan pembatasan aktivitas dalam penanganan pandemi Covid-19, membantu memberikan sentimen positif ke aset berisiko.

“Kebijakan ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan membantu perekonomian negara mitranya. Ini bisa mendukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini,” ujar Ariston.

Investor berharap langkah-langkah melonggarkan pembatasan pandemi di Tiongkok pada akhirnya akan mencerahkan prospek pertumbuhan global dan permintaan komoditas.

Lebih banyak kota di Tiongkok mengumumkan pelonggaran pembatasan pada Minggu (4/11), ketika pemerintahnya mencoba membuat kebijakan nol kasus Covid-19 lebih bertarget dan tidak terlalu memberatkan. Pelonggaran ini dipicu protes massal baru-baru ini terhadap pembatasan yang ketat.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi menguat ke arah Rp 15.380 per dolar AS dengan potensi pelemahan ke Rp 15.450 per dolar AS.

Pada Jumat (2/12), rupiah ditutup menguat 137 poin atau 0,88% ke posisi Rp 15.426 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.563 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia