Jumat, 15 Mei 2026

Sentimen Ini Jadi Penyebab IHSG Terjun ke Zona Merah

Penulis : Indah Handayani
14 Des 2022 | 12:50 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan saham di sebuah gedung perkantoran, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Investor melihat pergerakan saham di sebuah gedung perkantoran, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – IHSG terjun bebas ke zona merah perdagangan penutupan sesi I, Rabu (14/12/2022). IHSG ditutup melemah 26,75 poin (0,39%) ke level 6.783,55. Ternyata ada beberapa sentimen yang menjadi IHSG terjun ke zona merah. Apa saja itu?

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, sentimen eksternal dan internal tampaknya mempengaruhi pergerakan indeks IHSG. Dari eksternal, bursa regional Asia menguat seiring dengan inflasi Amerika Serikat melambat dan dibawah ekspektasi pasar. Mengingat indeks harga konsumen tumbuh 7,1% (year on year) pada bulan lalu setelah naik 7,7% pada Oktober sementara ekspektasi pasar 7,3%. 

“Pelaku pasar menilai seiring dengan rilis data inflasi tersebut, dimana data tersebut tentunya akan memberikan pandangan dan pertimbangan The Fed akan keputusan kebijakan moneternya,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (14/12/2022).

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pasar berspekulasi bahwa laporan inflasi tersebut akan memberikan suatu asa The Fed tidak akan agresif dalam menaikan suku bunga acuannya dalam rapat kebijakan hari ini waktu Amerika Serikat. 

“Namun demikian, pasar juga tetap berhati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve di hari global nanti, meskipun data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Tentunya pasar juga menanti pandangan dan keputusan kebijakan moneter The Fed,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Sementara dari internal, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, pasar menanti rilis data neraca perdagangan yang akan rilis esok hari, pasar memprediksi neraca perdagangan tetap surplus namun mengalami penurunan , secara konsensus neraca perdagangan di level US$ 4-4,2 miliar sebelumnya di bulan lalu terealisasi US$ 5,6 miliar.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, penurunan tersebut diprediksi adanya kenaikan impor dikarenakan pengaruh pola musiman jelang akhir tahun. Pasar berharap surplus neraca perdagangan tersebut akan mampu menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

“JSMR. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 2.910-3.070. Sedangkan PER; 16,20 x dan PBV; 0,82x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia