Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah, Dolar Menguat Usai Fed Naikkan Bunga

Penulis : Grace El Dora
15 Des 2022 | 18:13 WIB
BAGIKAN
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Jakarta. (FOTO: ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Jakarta. (FOTO: ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (15/12) sore melemah, akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) usai Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga acuan.

Rupiah ditutup turun 26 poin atau 0,17% ke posisi Rp 15.619 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.593 per dolar AS.

Dalam hasil kajiannya di Jakarta, Kamis, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan dolar AS naik secara luas pada setelah Fed menaikkan suku bunga sebesar setengah poin persentase atau 50 basis poin (bps) yang diharapkan secara luas dalam semalam.

ADVERTISEMENT

“Pembuat kebijakan memperkirakan akan membuat kenaikan lebih lanjut dan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diharapkan sebelumnya,” kata Ibrahim, Kamis.

Saat berita ini tayang, indeks dolar AS tercatat naik 58 poin atau 0,56% ke level 104,35.

Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan suku bunga diperkirakan mencapai puncak di atas 5%, menetapkan tekad Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk menjinakkan inflasi meskipun ada risiko resesi.

Di Asia, data yang dirilis menunjukkan ekonomi Tiongkok kehilangan lebih banyak tenaga pada November karena output pabrik melambat dan penjualan ritel memperpanjang penurunan.

Keduanya meleset dari perkiraan dan mencatat pembacaan terburuk dalam enam bulan, dengan ekonomi tertatih-tatih oleh lonjakan kasus Covid-19 dan meluasnya pembatasan virus yang baru dilonggarkan minggu lalu.

Menurut Ibrahim, pasar sekarang mengalihkan perhatian ke keputusan suku bunga bank sentral Inggris (BoE) dan Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan pada hari ini. Kedua bank sentral tersebut juga diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga 50 bps.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 15.600 per dolar AS hingga Rp 15.650 per dolar AS,” ungkapnya.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah 17 poin atau 0,1% ke posisi Rp 15.610 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.610 per dolar AS hingga Rp 15.638 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp 15.630 per dolar AS, dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 15.619 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia