Reliance Sekuritas: Pelaku Pasar Menunggu Isyarat BI, Perhatikan Saham Potensi Naik
JAKARTA, investor.id - Reliance Sekuritas menyebut pelaku pasar menunggu isyarat Bank Indonesia terkait keputusan suku bunga pada pekan ini. Alhasil, IHSG diperkirakan melemah terbatas pada perdagangan Senin (19/12/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada 6.770 – 6.840. Perhatikan saham potensi naik, salah satunya AGII.
Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG berpotensi diperdagangkan terbatas, cenderung melemah mengekor bursa regional. Pelaku pasar masih akan menunggu isyarat BI terkait keputusan suku bunga pada minggu ini. “Selain itu, pada hari ini para pelaku pasa masih akan menunggu rilisnya loan growth ditengah kenaikan suku bunga,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Senin (19/12/2022).
Secara teknikal, Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG sedang konsolidasi minor dan masih akan menguji area resistance. “Namun, beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu AGII, BRPT, CPIN, BMRI, BBCA, BBYB,” tambah Reliance Sekuritas.
IHSG sempat dibuka melemah pada perdagangan pekan lalu namun perlahan berhasil menguat menjelang akhir sesi dan ditutup menguat ke level 6.813 (0,89%). Pengautan IHSG didorong oleh saham perbankan dengan kapitalisasi besar yang ditutup menguat ditengah kekhawatiran pelemahan ekonomi global pada tahun depan setelah The Fed kembali memberikan isyarat hawkish.
Beberapa sektor yang mengalami penguatan diantaranya sektor bahan baku (1,53%), sektor keuangan (0,92%) dan sektor energi (0,88%). Investor asing tercatat masih membukukan net sell di pasar regular sebesar Rp 351 milliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing diantaranya adalah AMRT, ASII, BCBA.
Sementara itu dari bursa AS, ketiga indeks utama kompak ditutup melemah pada penutupan akhir pekan lalu. Para pelaku pasar merespon negatif isyarat hawkish dari The Fed yang yang menaikan proyeksi suku bunga untuk tahun depan pada FOMC Dec-2022, selain itu inflasi di AS telah mengalami trend penurunan namun masih di angka 7% untuk inflasi tahunan sehingga masih perlu di tekan kembali ke angka normal.
Dari bursa Asia, pada pagi ini telah diperdagangkan melemah, saat laporan ini ditulis index Nikkei 225 melemah (1,05%), diikuti index Kospi melemah (0,56%).
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






