Jumat, 15 Mei 2026

Reliance Sekuritas: Pelaku Pasar Menunggu Isyarat BI, Perhatikan Saham Potensi Naik

Penulis : Indah Handayani
19 Des 2022 | 08:33 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat layar pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
Pengunjung melihat layar pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id - Reliance Sekuritas menyebut pelaku pasar menunggu isyarat Bank Indonesia terkait keputusan suku bunga pada pekan ini. Alhasil, IHSG diperkirakan melemah terbatas pada perdagangan Senin (19/12/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada 6.770 – 6.840. Perhatikan saham potensi naik, salah satunya AGII.

Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG berpotensi diperdagangkan terbatas, cenderung melemah mengekor bursa regional. Pelaku pasar masih akan menunggu isyarat BI terkait keputusan suku bunga pada minggu ini. “Selain itu, pada hari ini para pelaku pasa masih akan menunggu rilisnya loan growth ditengah kenaikan suku bunga,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Senin (19/12/2022).

Secara teknikal, Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG sedang konsolidasi minor dan masih akan menguji area resistance. “Namun, beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu AGII, BRPT, CPIN, BMRI, BBCA, BBYB,” tambah Reliance Sekuritas.

ADVERTISEMENT

IHSG sempat dibuka melemah pada perdagangan pekan lalu namun perlahan berhasil menguat menjelang akhir sesi dan ditutup menguat ke level 6.813 (0,89%). Pengautan IHSG didorong oleh saham perbankan dengan kapitalisasi besar yang ditutup menguat ditengah kekhawatiran pelemahan ekonomi global pada tahun depan setelah The Fed kembali memberikan isyarat hawkish.

Beberapa sektor yang mengalami penguatan diantaranya sektor bahan baku (1,53%), sektor keuangan (0,92%) dan sektor energi (0,88%). Investor asing tercatat masih membukukan net sell di pasar regular sebesar Rp 351 milliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing diantaranya adalah AMRT, ASII, BCBA.

Sementara itu dari bursa AS, ketiga indeks utama kompak ditutup melemah pada penutupan akhir pekan lalu. Para pelaku pasar merespon negatif isyarat hawkish dari The Fed yang yang menaikan proyeksi suku bunga untuk tahun depan pada FOMC Dec-2022, selain itu inflasi di AS telah mengalami trend penurunan namun masih di angka 7% untuk inflasi tahunan sehingga masih perlu di tekan kembali ke angka normal.

Dari bursa Asia, pada pagi ini telah diperdagangkan melemah, saat laporan ini ditulis index Nikkei 225 melemah (1,05%), diikuti index Kospi melemah (0,56%).

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia