Sabtu, 4 April 2026

Ini Dia Calon Pemborong Saham IPO Pertamina Geothermal

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
2 Feb 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, Investor.id - Indonesia Investment Authority (INA), siap menjadi investor strategis dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) senilai Rp 9,7 triliun. Sovereign wealth fund Indonesia itu akan mengajak investor asal Timur Tengah untuk masuk IPO PGE.

PGE akan melepas maksimal 10,35 miliar saham atau 25% dengan nilai nominal Rp 500 melalui IPO. Harga penawaran IPO saham PGE Rp 820-945, sehingga dana yang masuk maksimal Rp 9,78 triliun.

Mayoritas dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi terpasang panas bumi hingga 1.272 megawatt (MW) tahun 2027. Saat ini, anak usaha PT Pertamina tersebut memiliki kapasitas terpasang panas bumi 672 MW yang dioperasikan sendiri dan 1.205 mw yang dikelola kontrak operasi bersama/joint operation contract (JOO). CLSA, Mandiri Sekuritas, dan Credit Suisse menjadi penjamin emisi efek IPO PGE.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana mengungkapkan, IPO PGE banyak diminati sejumlah investor strategis baik dari luar negeri dan dalam negeri. Salah satunya dari Timur Tengah. "INA akan membawa investor itu ke IPO PGE. Ini menjadi bukti kondisi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan emerging market lainnya," kata Oki, Rabu (1/2/2023).

Sementara itu, Direktur Utama PGE Ahmad Yuniarto mengatakan, pengembangan kapasitas terpasang perseroan akan disesuaikan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). PGE tak hanya menambah kapasitas terpasang panas bumi, tetapi mengembangkan beberapa produk lainnya, semisal green hydrogen. Namun demikian, pengembangan ini membutuhkan waktu 2-3 tahun.

“Kami akan menambah bauran dari sumber energi renewable supaya tidak hanya fokus ke listrik, tetapi produk lain yang dihasilkan dari kegiatan energi baru terbarukan (EBT) lainnya. Untuk produk lainnya, kami juga sedang melakukan feasibility studies,” ujar dia. 

Di sisi lain, berdasarkan prospektus awal IPO PGE, sebesar 85% dana IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dialokasikan oleh untuk pengembangan usaha perseroan sampai tahun 2025 dan 15% untuk pembayaran facilities agreement. Dari total 85% dana alokasi pengembangan usaha perseroan sampai 2025, sekitar 55% akan digunakan untuk capital expenditure (capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari wilayak kerja panas bumi (WKP) operasional perseroan saat ini.

Ini dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing perseroan.

Pengembangan ini sebagian besar akan digunakan antara lain untuk WKP Lahendong, WKP Hululais, WKP Lumut Balai dan Margabayur, WKP Gunung Way Panas, WKP Sungai Penuh, dan WKP Gunung Sibayak-Gunung Sinabung.

Kemudian, sekitar 33% akan digunakan untuk investasi pengembangan kapasitas tambahan dari WKP operasional perseroan saat ini yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk mengantisipasi kebutuhan pasar baru. Pengembangan ini sebagian besar akan digunakan antara lain untuk WKP Lumut Balai dan Margabayur, WKP Hululais, WKP Gunung Way Panas, dan WKP Kamojang - Darajat.

Lalu sekitar 12% akan digunakan oleh perseroan untuk capex atau investasi pengembangan kemampuan digital, analitis, dan manajemen reservoir untuk mendukung production, operation & maintenance excellence. Perinciannya, investasi pengembangan kapasitas tambahan sebesar 165 mw untuk Unit 2 di WKP Lumut Balai dan Margabayur sebesar 55 MW dan Unit 1 dan Unit 2 di WKP Hululais sebesar 110 MW akan dilakukan langsung oleh perseroan.

Adapun pihak yang akan melaksanakan capex atau investasi pengembangan kapasitas tambahan untuk WKP lainnya sebagaimana atas saat ini masih belum dapat ditentukan mengingat pengembangan usaha tersebut masih dalam tahap feasibility study maupun kesepakatan awal (memorandum of understanding atau head of agreement).

Sementara itu, PGE akan menggunakan 15% dana IPO untuk pembayaran sebagian facilities agreement tertanggal 23 Juni 2021 antara perseroan dengan mandated lead arrangers, kreditur sindikasi awal, dan PT Bank Mandiri Tbk sebagai facility agent.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 27 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 51 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia