Satyamitra (SMKL) Incar Pertumbuhan Penjualan Dua Digit
JAKARTA, investor.id - PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) mengincar pertumbuhan penjualan dua digit tahun ini dibandingkan tahun lalu. Perseroan akan meningkatkan kehati-hatian untuk menjaga pertumbuhan bisnis pada tahun yang penuh tantangan karena resesi dunia.
“Dengan melihat berbagai indikator ekonomi yang ada, kami cukup optimistis untuk mengincar pertumbuhan penjualan dua digit di tahun 2023,” kata Direktur Marketing Satyamitra Kemas Lestari (SMKL) Herryanto Setiono Hidayat, Rabu (1/2/2023).
Hingga 30 September 2022, Satyamitra telah membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1,7 triliun, naik 10,98% dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 1,53 triliun. Sedangkan secara tahunan, perseroan mencatatkan penjualan Rp 2,11 triliun pada 2021. Dengan demikian, potensi kenaikan penjualan perseroan berkisar Rp 2 triliun tahun ini.
Satyamitra merupakan emiten yang bergerak di bidang kemasan berbahan dasar karton atau kertas cokelat dengan cetakan flexo yang disebut kotak karton bergelombang (KKB). Perseroan juga memproduksi kertas cetakan offset yang disebut folding carton box dan kotak handphone.
Herryanto meyakini, peluang pertumbuhan pasar kemasan tahun ini masih akan positif. Hal ini mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekonomi yang diperkirakan akan paling tangguh dalam menghadapi resesi global tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah menyebutkan, pemerintah melihat perekonomian 2023 dengan optimistis dan penuh harapan namun tetap waspada.
Di samping indikator-indikator ekonomi yang positif, aktivitas partai politik yang akan meningkat pesat karena telah memasuki tahun politik, diperkirakan akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi 2023. Khususnya bisnis kemasan, harapan peningkatan penjualan juga semakin bertumbuh seiring perkiraan ekonomi digital akan melejit.
Selain itu, perseroan juga akan mengoptimalkan kelebihan sebagai produsen kemasan berbahan baku karton hasil daur ulang yang ramah lingkungan, serta pengakuan berupa sertifikasi atas upaya pengembangan bisnis berkelanjutan perseroan yaitu Forest Stewardship Council (FSC), untuk meraih pasar yang lebih besar.
Dalam hal ini, Satyamitra diuntungkan seiring terus meningkatnya tren kesadaran masyarakat akan pentingnya produk ramah lingkungan. Pada periode Januari-September 2022, Satyamitra berhasil membukukan peningkatan penjualan sebesar 11% (yoy) dari Rp 1,53 triliun menjadi Rp 1,7 triliun.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






