Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menguat di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga AS Lebih Tinggi

Penulis : Grace El Dora
23 Feb 2023 | 11:05 WIB
BAGIKAN
Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan pecahan uang Rupiah di tempat jasa penukaran uang di Kwitang, Jakarta Pusat.
Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan pecahan uang Rupiah di tempat jasa penukaran uang di Kwitang, Jakarta Pusat.

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (23/2) pagi menguat, di tengah kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) lebih tinggi.

Rupiah pada Kamis pagi naik 10 poin atau 0,07% ke posisi Rp 15.190 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.200 per dolar AS.

“Notulen rapat Federal Reserve (Fed) yang dirilis dini hari tadi mengisyaratkan The Fed belum akan berhenti menaikkan suku bunga acuannya tahun ini,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra kepada Antara di Jakarta, Kamis.

ADVERTISEMENT

Ekspektasi kenaikan yang lebih besar dibandingkan rapat sebelumnya juga semakin meningkat, menurut CME FedWatch Tools. Hal itu, menurut Ariston, bisa menjadi pelemah rupiah terhadap dolar AS.

Risalah dari pertemuan Fed pada 31 Januari hingga 1 Februari 2023 mengatakan sebagian besar pejabat mendukung kenaikan seperempat poin atau 25 basis poin (bps). Pasalnya, laju suku bunga yang lebih lambat akan lebih baik memungkinkan bank sentral tersebut untuk menilai kemajuan ekonomi menuju penurunan inflasi ke target 2,0%.

Tetapi sejumlah peserta langsung menyukai peningkatan 50 bps yang lebih besar pada pertemuan tersebut, atau mengatakan mereka dapat mendukungnya.

Serangkaian data dalam beberapa pekan terakhir telah menandakan aktivitas bisnis yang kuat di ekonomi terbesar dunia itu, pasar tenaga kerja yang ketat, penjualan ritel yang kuat, dan harga produsen bulanan yang lebih tinggi.

Data yang lebih panas dari perkiraan telah membantu menjaga dolar lebih kuat. Tetapi juga bank sentral AS menambah kekhawatiran, karena kemungkinan perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama jika inflasi ingin mencapai target Fed.

Di sisi lain, Ariston menuturkan pasar saham Asia tidak seluruhnya bergerak negatif pagi ini. Kemungkinan pasar mengambil peluang membeli aset-aset berisiko di level rendah. Sentimen tersebut bisa menjaga rupiah tidak terlalu melemah.

Ia memproyeksikan pelemahan rupiah hari ini bisa ke arah Rp 15.230 per dolar AS, dengan potensi tertahan di kisaran Rp 15.150 per dolar AS.

Pada Rabu, kurs rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,07% ke posisi Rp 15.200 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.190 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia