Kamis, 14 Mei 2026

Dengan Cara Ini, Goto Cepat Raih Profitabilitas 

Penulis : Ely Rahmawati
1 Mar 2023 | 13:19 WIB
BAGIKAN
Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ist)
Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ist)

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada di jalur yang tepat untuk mempercepat profitabilitas, dengan menawarkan layanan premium on-demand dengan Go Car Lux yang memiliki tarif 50-60% lebih tinggi dari tarif reguler. Selain itu, biaya layanan (take rate) Tokopedia dapat meningkat 50-100 bps pada 2023.

Keuntungan lebih lanjut akan berasal dari biaya layanan (take rate) program Paylater (pinjaman), sedangkan tingkat pembayaran maksimum diatur sebesar 0,7%. Manajemen Gojek Tokopedia menyatakan, mungkin tidak membutuhkan dana tambahan setelah IPO.

“Harga saham GOTO telah turun 64,2% sejak IPO dan sekarang menjadi lebih menarik. Kami menaikkan rating GOTO ke rekomendasi beli dengan target harga Rp 190,” tulis analis UOB Kay Hian Stevanus Juanda dalam riset terbaru.

ADVERTISEMENT

Guna mempercepat profitabilitas, Goto menerapkan sejumlah strategi baru, salah satunya layanan premium baru (Go Car Lux) di segmen layanan on-demand. Goto memperkenalkan layanan premium di Go Car bernama Go Car Lux, yang memiliki tingkat harga 50-60% lebih tinggi. Di layanan ini, ada tipe mobil yang dijamin.

Take rate layanan Goto on demand saat ini berkontribusi 22% dari pendapatan kotor ke basis GMV. Jika kami menyesuaikan untuk menggunakan pendapatan bersih ke basis GMV yang digunakan oleh rekan-rekannya, biaya layanan (take rate) on-demand Goto hanya sekitar 10%, lebih rendah dibandingkan dengan 25% Uber dan 25% Didi, transportasi online asal Tiongkok,” papar Stevanus. 

Dia menambahkan, take rate Tokopedia dapat meningkat sebesar 50-100 bps pada tahun 2023. Saat ini, tingkat pengambilan di Tokopedia mencapai 3,2%, dibandingkan dengan 6-7% di Alibaba. “Goto mengatakan, take rate pelanggan ke pelanggan (C2C), yang menyumbang 70% dari pendapatan Tokopedia, dapat meningkat sebesar 50-100 bps pada tahun ini. Sedangkan take rate Bisnis ke Pelanggan (B2C) dapat meningkat sebesar 25-100 bps,” sebut Stevanus.

Saat ini, pendapatan iklan perseroan memiliki tingkat pengambilan 1% yang berada di bawah 3% Alibaba dan 3% Pinduoduo. Kenaikan tarif dari 1% menjadi 3% sama dengan potensi pendapatan iklan tiga kali lipat. Konversi iklan Tokopedia ke penjualan dua kali lebih tinggi dari Google dan Instagram.

Goto juga akan mengelola pay later (pinjaman) dan mengendalikan kredit bermasalah (NPL) dengan sikap hati-hati. Goto menyebutkan bahwa dengan tarif 30-40% yang dikenakan, potensi kerugian bisa terjadi jika NPL tidak dikelola dengan baik. Tarif pengambilan untuk pembayaran QR dan Merchant Payment Gateway diatur dan ditetapkan masing-masing maksimum 0,7% dan 0,5%.

Lebih lanjut, Goto berkeyakinan tidak akan menerbitkan rights issue setelah IPO. Pada September 2022, saldo kas Goto mencapai Rp 31,6 triliun, membuat perseroan percaya bahwa saldo kas ini dapat digunakan untuk ekspansi agar menghasilkan keuntungan. “Namun, perseroan tetap membuka opsi untuk menerbitkan HMETD, untuk berjaga-jaga jika membutuhkan dana,” tandas Stevanus.

EBITDA Meningkat

Goto saat ini berada di jalur yang tepat untuk mempercepat profitabilitas. Titik impas EBITDA diperkirakan lebih cepat ke depan yakni di kuartal I-2025, karena tingkat ekspansi bisnis e-commerce yang lebih tinggi.

Analis Mandiri Sekuritas Adrian Joezer dan Ryan Aristo mengungkapkan, mereka memajukan EBITDA impas sebesar tiga perempat kali ke depan ke kuartal I-2025, karena memasukkan tingkat pengambilan e-commerce yang lebih tinggi dan langkah-langkah pemotongan biaya, meskipun menurunkan estimasi GTV.

Sementara tekanan jual mungkin terus membebani kenaikan harga saham, imbal hasil risiko jangka panjang tetap menarik karena valuasi telah sesuai dengan Sea Ltd dan Grab. “Jalur progresif menuju profitabilitas akan menjadi katalis utama,” tulis Adrian dan Ryan dalam riset terbaru.

Menurut kedua analis, Goto sedang meningkatkan jalur profitabilitas. Mereka sekarang memperkirakan Goto mencapai titik impas di level CM pada kuartal IV-2023 dengan EBITDA pada kuartal I-2025, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya pada kuartal I-2024 dan kuartal IV-2025.

Mandiri Sekuritas menjembatani titik impas EBITDA Goto antara 2022 dan 2025 sebagai berikut, pertama 32% CAGR dalam GTV/pendapatan kotor, 52% dalam pendapatan bersih, kedua 11% S&M CAGR; dan 8% CAGR dalam opex tetap berbasis tunai.

“Kami memperkirakan nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) sebesar 23-31% pada GTV 2023-2024 di tengah ekosistem terintegrasi Goto dan pasar berpenghasilan menengah ke atas yang lebih tinggi. Sedangkan pertumbuhan e-commerce GTV sebesar 12%,” ungkap  Adrian Joezer dan Ryan Aristo.

Sementara itu, harga saham telah menurun tajam sejak lock-up berakhir, dengan Enterprise Value (EV) mencapai rekor terendah US$ 3,3 miliar (Rp 81/saham) dan US$ 4,3 miliar pada harga saat ini Rp 96/saham. Analis melihat nilai saham GOTO lebih menarik bagi investor karena EV GOTO didiskon dari gabungan EV dari Sea dan Grab sebesar US$ 39,0 miliar, yang mungkin berasal dari 20-40% operasi mereka di Indonesia, sementara GOTO memiliki keunggulan ekosistem yang unik.

Kemudian, pada rentang harga Rp 80-100/saham, EV/penjualan bersih Goto sebesar 3,0-4,2 kali, atau 2,3-3,5 kali tidak termasuk Bank Jago, setara dengan rekan teknologi global termasuk Sea (2,3 kali) dan Grab (3,7 kali). Pada EV/EBITDA, saham GOTO saat ini diperdagangkan pada 10,7 kali pada tahun 2026, sejajar dengan Sea/Grab pada 9,8 kali/11,0 kali.

Adrian Joezer dan Ryan Aristo mengakui, saat ini persaingan kembali memanas, sementara mobilitas menjadi menguntungkan di tingkat EBITDA. Lanskap persaingan pengiriman makanan telah meningkat dengan skala Shopee Food kembali. Demikian juga, rata-rata kenaikan merchant fee Tokopedia yang akan datang sebesar 2,4-3,0% pada 2 Januari 2023, bertepatan dengan kenaikan Shopee yang lebih tinggi pada 1 Januari pada 3,2-3,9 % rata-rata, sedangkan biaya baru Shopee adalah 60-70bps di atas Tokopedia. Seiring dengan kenaikan biaya pengiriman gratis, analis sekarang mengharapkan tingkat penerimaan 3,8% untuk Tokopedia pada tahun 2023, dibanding 3,2% pada kuartal III-2022.

“Kami mengulangi rekomendasi beli GOTO dengan target harga baru Rp 230 baru. Target harga ini menurun karena kami menyesuaikan kembali model SOTP dengan perkembangan terbaru, sambil mempertimbangkan estimasi pendapatan yang lebih rendah,” tandas  Adrian Joezer dan Ryan Aristo.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 29 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 59 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia