Jumat, 15 Mei 2026

Modal Asing Kabur Rp 2,67 Triliun dalam Sepekan

Penulis : Arnoldus Kristianus
12 Mar 2023 | 14:07 WIB
BAGIKAN
Aktivitas karyawan sekuritas di Jakarta. (Ilustrasi: B-Universe Photo/Uthan AR)
Aktivitas karyawan sekuritas di Jakarta. (Ilustrasi: B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih sebesar Rp 2,67 triliun dari pasar keuangan domestik selama periode 6 sampai 9 Maret 2023.

Aliran modal asing keluar bersih itu berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 3,03 triliun. Namun, terdapat modal asing masuk bersih ke pasar saham sebesar Rp 360 miliar.

“Berdasarkan data transaksi 6 sampai 9 Maret 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 2,67 triliun, yang terdiri atas jual neto Rp 3,03 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 360 miliar di pasar saham,” ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI Fadjar Majardi dalam keterangan tertulis, yang dikutip pada Minggu (12/3/2023).

ADVERTISEMENT

Secara kumulatif, sejak 1 Januari hingga 9 Maret 2023, tercatat aliran modal asing masuk bersih di pasar SBN sebesar Rp 34,56 triliun dan pasar saham sebesar Rp 240 miliar.

Sedangkan imbal hasil atau yield SBN Indonesia tenor 10 tahun naik di level 6,99%. Di sisi lain, yield surat utang Amerika Serikat (UST Treasury Note) tenor 10 tahun yang meningkat ke level 3,903%. UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1 sampai 10 tahun.

Premi risiko investasi (credit default swap/CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 93,26 basis poin (bps) per 9 Maret 2023 dari 84,64 bps per 3 Maret 2023. Sedangkan nilai tukar rupiah dibuka tergelincir ke posisi Rp 15.470 per dolar AS pada Jumat (10/3) dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Kamis (9/3) Rp 15.420 per dolar AS.

Indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 105,31. Indeks dolar AS adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap enam mata uang negara utama lainnya, yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

“BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” ujar Fadjar.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia