Kamis, 14 Mei 2026

Grup Rajawali Lepas 21% Saham Nusantara Infrastruktur Rp 864 Miliar

Penulis : Gora Kunjana
13 Sep 2017 | 08:23 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – Grup Rajawali melalui PT Hijau Makmur Sejahtera melepas kepemilikan sebanyak 21% sahamnya di PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) kepada PT Matahari Kapital Indonesia (MKI). Saham tersebut dijual pada harga Rp 270 per unit, sehingga nilai penjualannya mencapai Rp 864 miliar.

 

ADVERTISEMENT

Managing Director PT Rajawali Corpora Satrio Tjai mengatakan, pelepasan sebanyak 3,2 miliar saham META tersebut dilaksanakan pada Jumat (8/9). Betindak sebagai broker pembeli BCA Sekuritas dan broker penjual Credit Suisse Securities.

 

Dia menambahkan, pelepasan saham milik Grup Rajawali itu dilakukan pada waktu yang tepat, ketika pemerintah sedang mempercepat pembangunan sektor infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan akses infrastruktur kepada masyarakat.

 

“Keputusan pelepasan saham Nusantara Infrastructure ini bagian dari aksi shareholders dengan pertimbangan Grup Rajawali hanya bertindak sebagai pemegang minoritas saham META,” tulisny dalam siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (12/9).

 

Meskipun sudah melepas kepemilikan saham di Nusantara Infrasture, menurut dia, Grup Rajawali tetap membuka peluang untuk berinvestasi di sektor infrastruktur. “Kami akan terus mengembangkan peluang usaha yang memenuhi kriteria bisnis Grup Rajawali yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan stakeholders,” katanya.

 

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sebelumnya sempat menyatakan minat untuk membeli mayoritas saham META. Sekretaris Perusahaan PT Citra Marga Nusantara Persada, induk usaha CMNP, sebelumnya mengatakan, CMNP tertari membeli saham META, apabila bersedia melepas pada kisaran harga Rp 200 per saham.

 

Ketertarikan CMNP untuk mengakuisisi mayoritas saham Nusantara Infrastructure didukung atas keinginan untuk menopang pertumbuhan kinerja keuangan secara anorganik dalam jangka panjang. Akuisisi juga sebagai upaya untuk menambah kepemilikan ruas tol dalam jangka panjang.

 

Rajawali Corpora merupakan holding investasi terkemuka yang didirikan pada 1984 berbasis di Jakarta. Perseroan disebut telah berkembang menjadi pemain regional dengan track record dan pengalaman bisnis yang terbukti menjadi penting. Perusahaan memiliki sejumlah portofolio dari berbagai bisnis, seperti pertanian, infrastruktur, informasi, komunikasi & teknologi, mdia broadcast, pertambangan dan sumber daya, property dan hotel, serta jasa ritel dan transportasi. (hut)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 45 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia