Rupiah Naik, Sentimen Pasar Atas Sektor Perbankan Pulih
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan Selasa (21/3) naik, di tengah pulihnya sentimen pasar atas kekhawatiran krisis sektor perbankan.
Rupiah pada Selasa pagi dibuka menguat 10 poin atau 0,07% ke posisi Rp 15.350 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.360 per dolar AS.
“Rupiah berpotensi menguat terbatas oleh koreksi pada dolar AS dan pulihnya sentimen di pasar dari kekuatiran masalah seputar perbankan,” kata analis DCFX Futures Lukman Leong, Selasa.
Menurut catatan Antara, para pedagang kembali ke aset-aset berisiko setelah pengambilalihan Credit Suisse di Swiss oleh UBS yang didukung negara menghilangkan beberapa kekhawatiran akan meluasnya krisis perbankan sistemik.
UBS pada Minggu (19/3) setuju untuk mengakuisisi saingannya Credit Suisse senilai US$ 3,23 miliar, dalam merger yang dirancang otoritas Swiss untuk menghindari lebih banyak gejolak di grup perbankan itu.
Namun, sentimen pasar tetap rapuh karena investor berjuang menentukan skala konsekuensi dari pukulan sektor yang dimulai dengan keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB) di AS. Kondisi ini membatasi selera risiko dan memberikan beberapa dukungan pada mata uang safe haven dolar AS.
Lukman mengatakan investor masih cenderung menunggu dan mencermati untuk mengantisipasi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) atau dewan kebijakan Federal Reserve (Fed) pada Rabu (22/3).
Pada pertemuan tersebut, bank sentral AS diperkirakan akan mengambil langkah dovish dengan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).
Menurut alat FedWatch CME, pasar memperkirakan peluang 26,2% Fed akan bertahan ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneternya besok dengan peluang 73,8% untuk kenaikan suku bunga 25 bps.
Ia memperkirakan kurs rupiah bergerak di kisaran Rp 15.300 per dolar AS hingga Rp 15.400 per dolar AS.
Pada Senin (20/3) rupiah ditutup menurun 15 poin atau 0,10% ke posisi Rp 15.360 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.345 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






