Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menguat Ditopang Naiknya Selera Pasar untuk Aset Berisiko

Penulis : Grace El Dora
21 Mar 2023 | 18:44 WIB
BAGIKAN
Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta Pusat. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww)
Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta Pusat. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (21/3) meningkat, ditopang oleh meningkatnya selera risiko pasar terhadap aset-aset berisiko.

Menurut pantauan Antara, rupiah pada Selasa ditutup naik 15 poin atau 0,10% ke posisi Rp 15.345 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.360 per dolar AS.

“Rupiah hari ini diperkirakan diperdagangkan menguat terhadap dolar AS seiring dengan melemahnya indeks dolar AS karena meningkatnya risk appetites (selera risiko) terhadap aset-aset berisiko,” kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova, Selasa.

ADVERTISEMENT

Rully menuturkan selera risiko pasar terhadap aset berisiko meningkat sejalan dengan menurunnya kekhawatiran pasar atas usaha bank-bank sentral terhadap penanganan Credit Suisse Bank di Swiss dan meredanya kekhawatiran kenaikan suku bunga yang agresif oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed).

Kekhawatiran akan krisis perbankan global tampak mereda setelah pemberi pinjaman Swiss UBS setuju untuk membeli saingannya yang kesulitan likuiditas, Credit Suisse, seharga US$ 3,23 miliar pada akhir pekan lalu.

Trader juga menunggu pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve (Fed) AS yang akan dimulai Selasa. Keputusan terbaru Fed tentang kenaikan suku bunga akan dirilis Rabu (22/3) dan menambah lapisan tambahan ketidakpastian bagi investor.

Para pedagang memperkirakan tekanan perbankan akan membuat bank sentral itu menahan kenaikan suku bunga lebih jauh di minggu ini.

Rully mengatakan Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) dibandingkan 50 bps dari perkiraan sebelumnya, dikarenakan data-data ekonomi AS yang masih lemah dan kekhawatiran krisis keuangan yang dipicu oleh krisis perbankan.

Menurut alat FedWatch CME, pasar memperkirakan peluang 25% Fed akan bertahan ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada Rabu, dengan peluang 75% untuk kenaikan suku bunga 25 bps.

Dari faktor internal, sentimen positif berasal dari suku bunga acuan yang tetap dipertahankan Bank Indonesia (BI) di level 5,75%.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp 15.348 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.334 per dolar AS hingga Rp 15.359 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa naik ke posisi Rp 15.349 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.372 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia