Rupiah Berpotensi Menguat di Tengah Sentimen Risk On di Pasar
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (29/3) berpotensi menguat di tengah sentimen risk on di pasar.
Menurut pantauan Antara, rupiah pada Rabu pagi dibuka bertahan di posisi Rp 15.085 per dolar Amerika Serikat (AS), serupa dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.
“Rupiah berpotensi kembali menguat oleh pelemahan dolar AS di tengah sentimen risk on di pasar dengan meredanya kekhawatiran akan masalah di sektor perbankan,” kata analis DCFX Futures Lukman Leong, Rabu.
Namun menurut Lukman, penguatan rupiah mungkin dibatasi oleh naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, dengan imbal hasil tenor dua tahun di posisi 4,0785% dan 10 tahun di 3,57%.
Dampak sentimen risk on akan menguatkan asset dan mata uang berIsiko dan melemahkan safe haven seperti dolar AS dan Yen Jepang.
Pengumuman Senin (27/3) menyatakan First Citizens BancShares Inc. akan mengakuisisi simpanan dan pinjaman dari Silicon Valley Bank (SVB) yang gagal memicu optimisme tentang kondisi sektor perbankan yang mengguncang pasar keuangan.
Ada juga harapan untuk dukungan ekstra untuk pendanaan bank, setelah laporan otoritas AS sedang mempertimbangkan tahap awal untuk memperluas fasilitas pinjaman darurat.
Bank sentral AS pada 22 Maret 2023 menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), seperti yang diharapkan. Tetapi ia mengambil sikap hati-hati terhadap prospek karena gejolak sektor perbankan, bahkan ketika Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell tetap membuka pintu untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan.
Pasar menilai peluang lebih dari 80% Fed tidak menaikkan suku bunga dalam pertemuan berikutnya pada Mei 2023 dan mengantisipasi penurunan suku bunga pada awal Juli, menurut alat CME FedWatch.
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 15.000 per dolar AS sampai dengan Rp 15.150 per dolar AS.
Pada Selasa (28/3) kurs rupiah ditutup naik 78 poin atau 0,51% ke posisi Rp 15.085 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.163 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






