Kamis, 14 Mei 2026

Rupiah Menguat Ditopang Turunnya Indeks PMI Manufaktur AS

Penulis : Grace El Dora
4 Apr 2023 | 12:59 WIB
BAGIKAN
Pekerja menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta pada 5 Januari 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)
Pekerja menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta pada 5 Januari 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (4/4), menguat seiring menurunnya Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/ PMI) Manufaktur Amerika Serikat (AS).

Rupiah yang dipantau dari Antara pada Selasa pagi naik 38 poin atau 0,25% ke posisi Rp 14.933 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.971 per dolar AS.

“Data PMI ini berpotensi berimbas pada pertumbuhan ekonomi AS secara umum, apalagi di tengah kondisi suku bunga tinggi yang diterapkan The Fed dan inflasi AS yang masih di level yang tinggi,” kata analis ICDX Revandra Aritama, Selasa.

ADVERTISEMENT

PMI Manufaktur AS dilaporkan berada di level 46,3, turun dari laporan bulan sebelumnya di level 47,7. PMI Manufaktur adalah indeks yang mengukur aktivitas ekonomi dari sektor manufaktur. Nilai di bawah 50 menunjukkan terjadi kontraksi di sektor manufaktur AS.

Menurut Revandra, hal tersebut memunculkan kewaspadaan yang berpotensi menimbulkan keyakinan bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed) untuk menahan atau menurunkan suku bunga demi menjaga pertumbuhan ekonomi AS.

“Jika hal ini benar, maka dolar AS berpeluang untuk lanjut melemah dan rupiah berpeluang untuk menguat,” ujarnya.

Ia menuturkan pasar terlihat masih menunggu dan mencermati kebijakan suku bunga Fed yang baru akan diumumkan bulan depan.

Namun beberapa forecast terhadap kondisi ekonomi AS terlihat pesimis sehingga jika suku bunga lanjut dinaikkan, beban terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi semakin berat

Revandra memperkirakan kurs rupiah berpeluang bergerak di kisaran Rp 14.900 per dolar AS hingga Rp 15.100 per dolar AS.

Pada Senin (3/1) rupiah ditutup naik 25 poin atau 0,16% ke posisi Rp 14.971 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.996 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia